Tak Terbukti Bersalah, David Putranegoro Divonis Bebas, PH Apresiasi Hakim

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:42
kali dibaca
Ket Foto : Kuasa hukum Oloan Tua Partempuan dan David Putranegoro didampingi Raja Sungkunen Lingga saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Mediaapakabar.com
Penasehat hukum David Putranegoro alias Lim Kwek Liong, Oloan Tua Partempuan, SH dan Raja Sungkunen Lingga, SH mengapresiasi majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang telah menjatuhkan vonis bebas terhadap kliennya.

Pasalnya, majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban dalam persidangan, Senin, (17/01/2022), menjatuhkan vonis bebas terhadap David Putranegoro alias Lim Kwek Liong terdakwa kasus dugaan penggelapan akta.


Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai terdakwa David Putranegoro tidak terbukti bersalah melanggar Pasal 266 ayat (1) dan (2), Pasal 263 ayat (1) dan (2), Pasal 362 dan Pasal 372 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.


"Kami mengapresiasi majelis hakim di dalam persidangan dengan cermat, teliti dan penuh kesabaran, sehingga terungkap kebenaran dan keadilan di dalam kasus ini. Sehingga majelis hakim dengan tegas tanpa ada keragu-raguan membebaskan klien kita," kata Kuasa Hukum David Putranegoro, Oloan Tua Partempuan, SH didampingi Raja Sungkunen Lingga, SH, Selasa, 18 Januari 2022.


Selain itu, kata Oloan, kita juga mengapresiasi sikap JPU yang mengambil sikap berdasarkan kebenaran dan keadilan tanpa ragu menyatakan tuntutan Onslag.


"Jaksa Penuntut Umum melihat berdasarkan fakta persidangan yaitu keterangan para saksi, bukti-bukti surat, keterangan ahli dan dihubungkan dengan keterangan Klien kami, akhirnya menuntut klien kami dengan Onslag dan melepaskannya dari segala dakwaan dan tuntutannya," katanya.


Oloan mengatakan berdasarkan fakta-fakta persidangan majelis hakim memutuskan bebas terhadap David Putranegoro, yang dinilai sangat adil dan bijaksana. 


Menurutnya, sesuai fakta persidangan dari keterangan saksi ahli, David tidak termasuk para pihak hanya sebagai penerima kuasa dan pelaksana yang ditunjuk dalam akta tersebut, sehingga tidak dapat diminta pertanggungjawabannya. 

 

Ia juga menjelaskan bahwa Akte Perjanjian Bersama Nomor 8 itu, atas keinginan Jong Tjin Boen (orang tua David Putranegoro dan para pelapor) untuk membagikan hartanya secara adil sesuai daerah akte tersebut. 


"Setelah hasil kesepakatan usai pertemuan sekitar 2008, Almarhum Jong Tjin Boen didampingi istrinya Choe Jit Jeng di Jalan Juanda No 3 Medan, selanjutnya disepakati mengundang Notaris Fujiyanto Ngariawan ke rumah tersebut untuk membuat dan menandatangani/cap jempol akte tersebut," katanya.


Nah, sambung Oloan, untuk menjawab berita-berita simpang siur diluar sana yang menyebutkan klien kami David Putranegoro alias Lim Kwek Liong telah memalsukan Akta Kesepakatan Bersama Nomor 8, menggelapkan deviden-deviden berupa penjualan aset–aset, penjualan rumah di Singapura.


"Dan uang sewa ruko dan penghasilan Toko dan mencuri 21 SHM/SHGB an. Jong Tjin Boen (orang tua David Putranegoro dan para Pelapor) yang telah di balik nama menjadi an. Jong Nam Liong, Mimiyanti, Jong Gwek Jan, Juliana, Denny dan Winnie yang mendahului Putusan Pengadilan Negeri Medan dan sangat merugikan nama baik klien kami," katanya.


Lanjutnya, maka pihak Penasehat Hukum David Putranegoro fakta-fakta yang terungkap di persidangan seperti kronologis pembuatan Akta Kesepakatan Bersama No. 8, tertanggal 21 Juli 2008.


"Akta perjanjian kesepakatan bersama Nomor 8 adalah merupakan keinginan dari Jong Tjin Boen (orang tua David Putranegoro dan saksi pelapor) untuk membagikan hartanya secara adil dalam suasana kebatinan kepada seluruh anak-anaknya yang dibuat dalam bentuk Akta Notaris berupa Perjanjian Kesepakatan Bersama," sebutnya.

 

Berdasarkan alasan tersebut, kata Oloan, Jong Tjin Boen didampingi istrinya Choe Jit Jeng pada sekitar tahun 2008 memanggil seluruh anak-anaknya yaitu Suriati, Syamsuddin, Jong Gwek Jan, Jong Nam Liong, Mimiyanti, Lim Soen Liong, David Putranegoro dan Lim Ramli kecuali yang berada di Luar Negeri (Juliana, Denny dan Winnie) untuk diskusi tentang pembagian harta-hartanya agar supaya adil. 


Dalam pertemuan tersebut, sambung Oloan, orang tua Klien kami berbicara kepada semua anak-anaknya yang berkumpul di jalan Juanda III Medan. Setelah hasil kesepakatan Jong Tjin Boen, Istri dan anak-anaknya disepakati.


"Selanjutnya mereka mengundang Notaris Fujiyanto Ngariawan, SH untuk datang ke rumah Jong Tjin Boen di Jalan Juanda III Medan untuk membuat dan menandatangani/cap jempol Akta Kesepakatan Bersama Nomor 8," ungkapnya.


Lanjut dikatakan Oloan, notaris Fujiyanto Ngariawan, SH datang bersama stafnya, pada saat itu semua pihak sudah hadir. Kemudian Notaris Fujiyanto Ngariawan, SH membacakan Akte Perjanjian Kesepakatan Bersama Nomor 8 dihadapan orang tua mereka dan seluruh anak-anaknya. 


"Maka selanjutnya seluruh pihak membubuhi tanda tangan dan cap jempol di hadapan Notaris Fujiyanto Ngariawan, SH dan stafnya, kecuali Juliana, Denny dan Winnie tidak membubuhkan tandatangan karena telah memberikan kuasa kepada ibunya Choe Jit Jeng untuk mewakilinya," katanya.


Oloan mengatakan selanjutnya Akta Kesepakatan Bersama Nomor 8 tersebut mengatur tentang pembagian harta milik Jong Tjin Boen kepada anak-anaknya kecuali David Putranegoro yang hanya ditunjuk sebagai Penerima Kuasa oleh semua saudaranya dan tidak mendapat bagian apapun dari harta Jong Tjin Boen. 


"Kronologis ini sesuai dengan keterangan Saksi Rismawati (Staff Notaris Fujiyanto Ngariawan, SH), Antoni (Cucu Jong Tjin Boen), Lim Soen Liong (Anak dari Jong Tjin Boen), Fujiyanto Ngariawan, SH (Notaris) dan klien kami David Putranegoro serta fakta fakta yang ada di persidangan," pungkasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini