Permintaan Kue Bakul di Medan Menurun

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 18 Januari 2022 - 19:19
kali dibaca
Ket Foto : Menjelang perayaan Imlek, permintaan kue bakul di Medan mengalami penurunan.

Mediaapakabar.com
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kue keranjang atau biasa disebut dengan kue bakul yang merupakan makanan khas masyarakat Tionghoa permintaannya justru mengalami penurunan. Padahal, perayaan Imlek ini akan berlangsung dua minggu lagi di tanggal 1 Februari 2022 mendatang. 

Pasalnya, permintaan yang mengalami penurunan itu dikarenakan masih pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Selain itu masih berdekatan pasca pergantian tahun baru masehi lalu.


"Salah satu penyebabnya memang karena pandemi. Padahal tahun lalu permintaan masih cukup tinggi. Di tahun lalu saja, dua minggu menjelang Imlek permintaan bisa tembus hingga 1 ton," ujar salah satu produsen Kue Bakul, Haidin Wijaya di Medan, Selasa (18/1/22).


Diakuinya, permintaan saat ini masih sekitar 200-300 kilogram. Namun tahun ini juga sepi karena masih berdekatan dengan pergantian tahun baru.


"Biasanya, permintaan kue baku dua minggu menjelang pergantian tahun sudah mulai ramai. Bahkan mencapai setengah dari target pembuatan. Kami juga tidak tahu masalahnya apa. Namun, minat dari generasi sekarang untuk kue bakul ini mulai berkurang," jelasnya.


Menurutnya, untuk makna dari kue bakul ini terdapat makanan manis di Tahun Baru Imlek yang tentu memiliki makna yang baik. 


"Saat ini permintaan kue bakul masih sekitaran wilayah kota Medan saja. Jika jual di market pakai titipan dan memang tidak bisa dititip karena takut rusak," ungkap Haidi yang telah 40 tahun membuat kue bakul dengan merk Kue Bakul Merbau ini.


Lebih lanjut, untuk kue bakul ini memiliki beberapa jeni ukuran dengan wadah yang dilapisi daun dan plastik. Yang paling diminati warga Medan kue yakni kue bakul dari daun.


"Untuk harga yang kami tawarkan mulai dari Rp50.000 per kotak. Adapun bahan dasar kue bakul ini dari beras ketan asli yang diolah menjadi tepung dan dicampurkan gula pasir," tambahnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini