Pengeroyok Anggota TNI Hingga Tewas di Jakut Berjumlah 8 Orang

Niel P
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:15
kali dibaca

Foto: Konferensi pers kasus pengeroyokan anggota TNI hingga tewas. (Detikcom)

Mediaapakabar.com
Polisi terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tewasnya anggota TNI AD Pratu Sahdi akibat dikeroyok. Selain Sahdi, dua warga sipil juga jadi korban dalam aksi jalanan di Penjaringan, Jakarta Utara itu.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, delapan orang terlibat dalam aksi ini.

"Anggota TNI dikeroyok oleh kurang-lebih delapan orang dari kelompok tersebut yang mengakibatkan anggota atau prajurit TNI tersebut meninggal dunia," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers, dikutip dari Detikcom, Selasa (18/1/2022).

Tubagus mengatakan, dari delapan pelaku, empat orang di antaranya sudah ditangkap.

"Pada hari Selasa kita sudah mengamankan empat orang dari delapan orang yang kita duga melakukan aksi tersebut," ujarnya.

Tubagus melanjutkan, dari empat orang yang ditangkap, tiga di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, satu orang masih dalam pendalaman.

"Tiga orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan satu orang masih dilakukan pendalaman," ungkap Tubagus.

Peristiwa pengeroyokan hingga tewas itu terjadi di Jalan Inspeksi Waduk Pluit, Pluit, Penjaringan, Jakut, pada Minggu (16/1) pagi. Kasus bermula saat empat orang pelaku dengan berboncengan sepeda motor mendatangi pelaku dan saksi lain.

"(Pelaku) turun (dari motor) dan mendatangi para saksi satu per satu menanyakan 'apakah kamu orang Kupang?'. Kemudian saksi Sofyan menjawab 'Saya bukan orang Kupang, saya orang Lampung'. Setelah itu pelaku bertanya ke korban dan korban tidak menjawab," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan dalam keterangannya, Senin (17/1).

Setelah itu, terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Perkelahian pun terjadi.

"Satu pelaku berkaus hitam mencekik leher korban sambil memegang tangan korban, kemudian salah satu pelaku berkaus biru menusuk korban menggunakan senjata tajam sebanyak dua kali hingga korban jatuh tersungkur," imbuh Zulpan.

Sejumlah saksi lain mencoba melerai perkelahian itu. Namun pelaku lainnya justru melukai para saksi yang mencoba melerai.

"Pelaku kaus hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku, termasuk korban (atas nama) Samsul, akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaus hitam, mengakibatkan korban Samsul (mengalami) luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang," tutur Zulpan. (Dtc/DP)
Share:
Komentar

Berita Terkini