Pemilihan Kepling Dinilai Tak Transparan, Warga Gelar Aksi di DPRD Minta Camat Medan Denai Ditindak

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 17 Januari 2022 - 20:47
kali dibaca
Ket Foto: Puluhan masyarakat dari Forum Peduli Kecamatan Medan Denai gelar aksi di DPRD Medan, terkait proses pemilihan kepling yang disinyalir tidak taat aturan.

Mediaapakabar.com
Puluhan masyarakat dari Forum Peduli Kecamatan Medan Denai menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Medan, Senin (17/1/2022). Aksi itu dilakukan menyoroti proses pemilihan kepling di daerah mereka yang disinyalir sarat KKN.

Dalam orasinya, Martin Lumban Gaol membacakan pernyataan sikap mereka antara lain, mendukung Perwal No 21 Tahun 2021, namun dalam pelaksanaan kiranya ditegakkan dengan benar.


“Kedatangan kami karena ada kejanggalan pengangkatan kepling di Medan Denai. Seperti masa pendaftaran dan pemberkasan yang sangat terburu-buru, serta kurangnya sosialisasi Perwal 21 Tahun 2021,” kata Martin.


Selain itu, tambah Martin, kecurangan juga terjadi di Tegal Sari Mandala II. Dimana pendaftaran 27 orang, namun saat ujian ada 30 orang. Begitu juga dengan tidak adanya transparan pengumuman.


“Kami menduga ada manipulasi terhadap salah satu calon. Seperti adanya surat dukungan dari warga yang meninggal dunia terhadap salah satu calon. Begitu juga adanya warga yang tidak pernah dimintai dukungan, namun ada namanya tercantum dalam surat dukungan,”ucap Martin


Anggota DPRD Medan Dedy Aksyari yang menghampiri massa aksi meminta Pemko Medan melakukan pengawasan dalam proses pemberhentian dan pengangkatan kepala lingkungan (kepling) agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.


"Terimakasih kepada warga yang tergabung dalam Forum Peduli Kecamatan Medan Denai yang menyampaikan aspirasinya ke kantor DPRD Medan. Aspirasi ini akan disampaikan kepada Komisi I DPRD Medan," ucap anggota DPRD Medan Fraksi Gerindra ini.


Dedy menegaskan agar bagian tata pemerintahan, kecamatan dan kelurahan harus mengacu kepada Perwal No 21 tahun 2021 terkait pengangkatan dan pemberhentian kepling.


"Artinya, kepling yang diangkat berasal dari lingkungan dan memahami kondisi sekitarnya bukan karena ada hubungan atau KKN oknum tertentu lalu diangkat yang akhirnya menjadi polemik," ucap Dedy.


Selanjutnya nassa aksi diterima Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong didampingi sejumlah anggota Komisi I DPRD Medan, di antaranya, Edi Saputra dan Abdul Latief. Rudiyanto menyatakan segera memanggil Camat Medan Denai dan beberapa lurah Selasa besok. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini