Pasar dalam Tekanan Global, IHSG dan Rupiah Belum Aman

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 23 Januari 2022 - 19:57
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Pekan ini akan ada banyak data serta momen yang akan banyak berpengaruh pada kinerja pasar keuangan domestik. Semua data maupun sentimen yang muncul pada pekan ini didominasi oleh faktor eksternal. Baik berupa data ekonomi yang akan dirilis, maupun kebijakan suku bunga acuan yang akan diambil oleh Bank Sentral AS.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, sebenarnya kita melihat ada potensi dimana pasar keuangan akan bergerak volatile atau berfluktuasi dalam rentang yang cukup lebar. 


Kalau penentuan kebijakan suku bunga acuan di AS, dia pikir masih akan dipertahankan di bulan ini. Namun, yang perlu dikuatirkan adalah tren kebijakan Bank Sentral AS kedepan, serta sikap dari pejabat Bank Sentral AS dalam menyikapi perkembangan ekonomi terkini.


"Semakin hawkish (kebijakan moneter ketat), berarti semakin besar kemungkinan pasar keuangan akan kembali berada dalam tekanan. Pekan ini kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah berpeluang untuk bergerak layaknya roller coaster. Sebab, data yang disajikan khususnya dari AS, akan merealisasikan data yang beragam. Ada yang kinerjanya membaik, namun tidak sedikit pula yang memburuk," katanya di Medan, Minggu (23/1/2022).


Menurutnya, dari tanah air, data terkait persediaan uang atau money supply serta data penjualan kendaraan bermotor, diyakini tidak akan banyak memberikan perubahan besar bagi kinerja pasar keuangan kita, baik itu IHSG dan Rupiah.


Bahkan, pelaku pasar di tanah air akan fokus kepada kebijakan Bank Sentral AS, dimana pengaruhnya sangat besar bagi pasar keuangan dunia termasuk Indonesia. 


Disisi lain, penambahan jumlah kasus Covid-19 juga akan menjadi fokus pelaku pasar selanjutnya. Sehingga dia melihat pelaku pasar berpeluang untuk dibawa pada fluktuasi pasar yang besar.


"Jika pasar keuangan bergerak dalam tren yang turun di pekan ini, hal tersebut memang lebih besar berpeluang terjadi dibandingkan dengan potensi penguatannya. Terlebih sejumlah bursa di luar anjlok pada perdagangan akhir pekan kemarin, sementara IHSG dan Rupiah mampu ditutup di zona hijau akhir pekan lalu," ujarnya.


Dia menambahkan, ada banyak pemicu tekanan di pekan ini. Kebijakan BI yang mampu meredam tekanan di pekan kemarin diperkirakan tidak akan berlanjut di pekan ini. Meski demikian, sikap BI yang antisipatif terhadap perubahan kebijakan Bank Sentral AS atau The FED, akan mengurangi tekanan di pasar keuangan domestik. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini