Pandemi Covid-19, Perayaan Imlek Tak Digelar Tjong A Fie Mansion

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 19 Januari 2022 - 21:06
kali dibaca
Ket Foto : Pengelola Museum Tjong A Fie Mansion, Rudiansyah (kanan) ketika menjelaskan tentang museum kepada pengunjung yang datang. Pada masa pandemi ini, pihak museum masih membatasi jumlah pengunjung yang hanya 50 orang per hari.

Mediaapakabar.com
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Museum Tjong A Fie Mansion masih menerima pengunjung yang datang. Namun, masih masa pandemi Covid-19 sudah 2 tahun tidak melakukan perayaan Imlek seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pengelola Museum Tjong A Fie Mansion, Rudiansyah mengatakan, menjelang Imlek sebelum pandemi, pihaknya turut berpartisipasi dalam perayaan agar masyarakat Kota Medan bisa melihat langsung perayaan Imlek di museum. Namun, sejak tahun lalu dan di Imlek di tahun ini pihaknya meniadakan sementar untuk berbagai kegiatan Imlek.


"Dari dulu setiap Imlek, acara memang dibuat khusus bagi keluarga dan melakukan 'Open House' dengan para relasi dan museum tetap dibuka," katanya kepada media, Rabu (19/1/22).


Rudi menjelaskan, padahal perayaan Imlek tahun 2022 ini jatuh di shio macan air yang dipercaya masyarakat Tionghoa sebagai tajjn yang banyak membawa limpahan rahmat, rejeki dan yang bagi yang berbisnis bisa lancar. 


Filosofi shio ini juga dimaksudkan keluarga ataupun masyarakat Tionghoa dapat memberikan kesehatan, kesejahteraan dan seharusnya bisa menyelenggarakan Imlek di tahun ini.


"Namun karena masih pandemi, pihak keluarga dan yayasan tidak berani untuk melakukan kegiatan dan sebisa mungkin menghindari kerumunan," jelasnya.


Pada masa pandemi saat ini, pihak museum juga melakukan pembatasan pengunjung hanya 50 orang per hari, namun target itu juga belum tercapai karena masyarakat masih takut untuk berkunjung ke tempat wisata.


"Nantinya, museum hanya di tutup pada 1 Februari 2022 saja ketika perayaan Imlek, dan esok harinya dibuka seperti biasanya lagi dari pukul 09.00 pagi hingga jam 5 sore," ujar Rudi.


Rudi mengungkapkan, untuk rutinitas dari keluarga dalam perayaan Imlek di masa pandemi, hanya keluarga yang tinggal di kota Medan saja. Persiapannya pun hanya mengganti lampion yang sudah kusam, gapura juga diperbaiki, serta merawat dan menjaga museum.


"Sebelum pandemi, biasanya sebelum Imlek, keluarga melakukan acara seperti persiapan menyambut Imlek. Yakni, ritual membersihkan altar sembahyang, leluhur dan dewa," ungkapnya.


Seperti diketahui, kediaman Tjong A Fie atau kini dikenal sebagai Museum Tjong A Fie Mansion berlokasi di Jalan Ahmad Yank Medan dan menjadi satu tempat wisata sejarah  yang mengundang rasa penasaran bagi wisatawan. 


Kediaman Tjong A Fie ini didirikan pada tahun 1900 dan dibuka untuk umum pada 18 Juni 2009 lalu untuk memperingati ulang tahun Tjong A Fie ke 150 tahun.


Museum ini juga mendapat julukan permata bersejarah di Medan dan keunikannya terletak pada arsitektur bangunan. Museum Tjong A Fie Mansion yang memiliki 35 kamar ini memiliki perpaduan arsitektur China, Melayu dan Art Decor yang khas.

Pembangunan tiap ruangan di museum yang dibangun sejak 1895 ini tidak sembarangan. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini