OJK Keluarkan Dua Ketentuan di Bidang IKNB

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 30 Januari 2022 - 17:03
kali dibaca
Ket Foto: Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kedepannya segera mengeluarkan dua ketentuan di bidang Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yakni, peraturan mengenai Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI atau unit link) dan perubahan peraturan mengenai layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (fintech peer to peer lending).

"Dengan adanya kedua peraturan itu akan dikeluarkan mengingat pentingnya penguatan operasional industri perasuransian dan fintech P2P lending yang diiringi dengan peningkatan aspek perlindungan konsumen," kata Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK, Riswinandi melalui keterangan resminya, Sabtu, 30 Januari 2022.


Dia menjelaskan, penyempurnaan aturan PAYDI antara lain meliputi area spesifikasi 

produk, persyaratan perusahaan untuk dapat menjual PAYDI, praktik pemasaran, transparansi produk dan pengelolaan investasi. 


“Upaya penguatan regulasi tersebut bertujuan agar permasalahan pemasaran 

khususnya ketidakfahaman nasabah atas PAYDI dapat diminimalisir dan perusahaan asuransi dapat meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko dengan lebih baik,” jelas Riswinandi. 


Sementara, perubahan ketentuan fintech P2P lending antara lain mengatur kepemilikan platform layanan pendanaan bersama, bentuk badan hukum, modal pendirian, nilai ekuitas, batas maksimum pendanaan, pemegang saham pengendali dan sejumlah larangan untuk perlindungan konsumen seperti tata cara penagihan. 


“Perubahan ketentuan layanan pendanaan bersama ini ditujukan untuk memperkuat industri fintech P2P lending dari sisi kelembagaan dan pelayanan terhadap konsumen serta kontribusinya bagi perekonomian,” ujarnya. 


Riswinandi menambahkan, dalam perumusan aturan yang baru ini sudah melibatkan pelaku industri dan stakeholders termasuk akademisi, sehingga diharapkan begitu ketentuannya diundangkan maka bisa segera diimplementasikan. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini