Moeldoko: RUU TPKS Harus Bisa Jawab Semua Persoalan…

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 31 Januari 2022 - 11:07
kali dibaca
Ket Foto : Kepala Staf Presiden, Moeldoko, di ruang kerjanya. (Kompas.com)

Mediaapakabar.com
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta tim Gugus Tugas Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) bisa membaca titik-titik yang perlu disempurnakan dalam menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM).

Sehingga, saat UU ini disahkan, terlahir produk hukum yang paripurna.


"Secara substansi (RUU TPKS) harus bisa menjawab seluruh persoalan, baik dari segi pencegahan, perlindungan korban, hingga pengaturan pidananya," ujarnya dalam keterangan pers tertulis dikutip dari Kompas.com, pada Senin (31/1/2022).


Adapun Kantor Staf Presiden menggelar konsinyering terkait penyusunan DIM RUU TPKS, yang melibatkan Kemenkum HAM, KemenPPA, Kemensetneg, Kejagung, Polri, dan sejumlah lembaga terkait.


Konsinyering penyusunan DIM ini dilakukan setelah Presiden Joko Widodo menerima naskah resmi RUU TPKS dari DPR.


Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga berharap gugus tugas RUU TPKS segera bergerak untuk melakukan diskusi publik bersama kelompok-kelompok strategis yang suaranya perlu didengar, sebagai bahan dalam penyempurnaan DIM.


“Jangan sampai teriak-teriaknya nanti setelah RUU diundangkan. Lebih baik, kita berdebat berdarah-darah sekarang ketimbang nanti setelah semuanya disahkan,” tegasnya.


Sebelumnya, dalam sidang paripurna pada 18 Januari 2022, DPR mengesahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) menjadi hak inisiatif DPR.


RUU usulan inisiatif DPR tersebut, kemudian diserahkan kepada presiden untuk diterbitkannya surat presiden (Surpres).


Sesuai perundang-undangan, presiden memiliki waktu maksimal 60 hari untuk mengirim surprise ke DPR berikut DIM, terhitung sejak RUU TPKS disahkan menjadi hak inisiatif DPR. (KC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini