Korban Tewas Penghuni Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Lebih dari Satu Orang

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 30 Januari 2022 - 05:04
kali dibaca
Ket Foto : Hasil investigasi sementara terkait kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin, Komnas HAM menemukan fakta mengerikan. 

Mediaapakabar.com
Hasil investigasi sementara terkait kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin, Komnas HAM menemukan fakta mengerikan. 

Pasalnya, Komnas HAM mendapatkan adanya penghuni kerangkeng meninggal dunia diduga mengalami kekerasan yang jumlahnya lebih dari satu orang.


Hal itu disampaikan Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam kepada wartawan di di Mapolda Sumut, Sabtu (29/1/2022). Ia mengatakan terkait hilangnya nyawa ini, Komnas HAM sudah telusuri dan sangat solid (fakta dan informasi).


"Yang meninggal lebih dari satu. Kami menelusuri dapat, Polda juga dapat dengan korban yang berbeda," kata M Choirul Anam.


Choirul mengatakan kerangkeng yang dijadikan tempat rehabilitasi itu tidak memiliki izin. Dia mengatakan ada penganiayaan yang terjadi di lokasi itu.


"Faktanya, kita temukan yang terjadi rehabilitasi yang cara melakukan rehabilitasinya penuh dengan catatan-catatan kekerasan sampai hilangnya nyawa," ucap Choirul.


Choirul membenarkan soal pria yang terekam dengan wajah lebam di kerangkeng di rumah Terbit Rencana itu. Choirul mengatakan pria itu merupakan korban dari penganiayaan.


"Informasi soal peristiwa apa yang dialami oleh orang yang muncul wajahnya di video tersebut dan solid, apa yang terjadi, itu bagian yang tadi kami sampaikan salah satu yang mendapatkan kekerasan," jelasnya.


Hal senada disampaikan Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak. Panca mengatakan pihaknya juga mendapatkan adanya korban tewas diduga dianiaya di kerangkeng tersebut. 


"Temuannya sama seperti itu. Yang kita temukan lebih dari satu," ucap Panca.


Panca menegaskan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait temuan fakta adanya penghuni kerangkeng yang meninggal.


"Tim Ditresnarkoba dan Ditreskrimum yang kita bentuk sama temuannya. Yang paling utama adalah hilangnya nyawa orang menjadi konsen kami. Kita sepakat tidak boleh ada orang yang hilang nyawanya tanpa kejelasan," ujarnya.


Untuk itu, pihaknya sedang mendalami tindak pidana hilangnya nyawa penghuni kerangkeng tersebut.


"Kita akan berproses dan mendalami masalah ini, kenapa sampai seperti itu, mohon waktu dan kepercayaan teman-teman sekalian," jelasnya.


Hingga kini Komnas HAM maupun Polda Sumut masih mendalami hal ini. Sejumlah saksi masih terus diperiksa dalam kasus ini.


Sebelumnya diberitakan, Migrant Care menerima laporan penemuan diduga kerangkeng manusia di Rumah Terbit Rencana Perangin Angin. Karena itu, mereka melaporkan temuan itu ke Komnas HAM. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini