Harga Ayam Terus Naik, IRT di Medan Mengeluh

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 10 Januari 2022 - 18:45
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. 

Mediaapakabar.com
Harga daging ayam di Kota Medan terus mengalami kenaikan meskipun perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah usai. Kenaikan itu membuat para ibu rumah tangga (IRT) mengeluh.

Pantauan Mediaapakabar.com di sejumlah pasar tradisional di Medan menunjukkan, harga ayam pada hari ini, Senin (10/01/22) naik hingga mencapai Rp42.000 per kilogram. Kenaikan ini sangat meresahkan khususnya bagi para ibu rumah tangga di Kota Medan. 


Di Pasar Halat Medan, harga daging ayam yang sebelumnya mencapai Rp37.000 hingga Rp38.000 per kilogram kini mencapai Rp40.000 per kilogram.


Salah satu pembeli di pasar tersebut, Wulan mengatakan,kenaikan harga daging ayam cukup meresahkan. "Naiknya sungguh drastis dan sekarang mulai mengalihkan pembelian ke bahan ikan saja," ujarnya.


Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menjelaskan, pihaknya belum mendapat informasi yang akurat penyebab kenaikan daging ayam tersebut. Seharusnya ketika perayaan Nataru usai, tren konsumsi daging ayam mengalami penurunan. Sebab, jika melihat harga ikan segar cukup mahal juga dan memicu kenaikan harga daging ayam, karena masyarakat beralih ke daging ayam.


"Memang alasan tersebut bisa diterima. Tetapi harga ikan segar mahal sudah terjadi sejak November tahun silam. Artinya,kenaikan harga ikan segar tersebut seharusnya sudah membentuk kenaikan harga daging ayam (price in) sekitar dua bulan lalu. Kalau dipicu oleh kenaikan harga pakan, memang hasil pengamatan saya itu terjadi kenaikan harga pakan sekitar 3 persen hingga 5 persen di Desember," jelas Gunawan.



Gunawan menuturkan, kenaikan pakan belum dapat diperkirakan  memicu kenaikan harga daging ayam sampai 30 persen lebih. Jadi masalah dilapangan memang seperti itu. Jika kita melihat data harga daging ayam selama tahun 2021, umumnya bergerak dalam rentang Rp28 ribu hingga Rp33 ribuan per kilogram. Jadi kalau sekarang dijual Rp42 ribu, berarti kan ada kenaikan sekitar 10 ribu per kg (naik 33 persen) dari harga ideal tahun 2021.


Bahkan, harga daging ayam saat Idul Fitri tahun lalu itu pernah mencapai Rp37 ribuan per kilogram di bulan Mei. Namun seminggu setelahnya sempat mengalami penurunan di kisaran Rp33 ribuan selama 10 hari. Namun sempat melompat lagi menjadi Rp37 ribuan (awal juni 2021), dan bertahan di harga Rp37 ribuan selama 2 minggu, sebelum kembali ke angka Rp30 ribuan per kilogram.


"Jika dilihat polanya saat ini, sebelum Natal 2021 itu harga daging ayam Rp34 ribu per kilogram, setelah Natal menjelang tahun baru naik menjadi Rp38 ribuan per kilogram. Dan sekarang malah naik lagi dikisaran 40 hingga Rp42 ribu per kilogram. Jadi saya menduga, ini peternak ayam seperti tidak akurat dalam menyediakan stok ayam guna memenuhi kebutuhan daging ayam masyarakat," ujarnya.


Gunawan mengungkapkan, faktanya begini, peternak sekitar 30 hari atau 45 hari sebelumnya (awal desember 2021) itu kan mulai menernak ayam. Nah dipanen di masa sekarang. Harga mahal bisa saja karena stoknya turun. Sehingga dia menduga masalah harga yang mahal saat ini karena stoknya kurang memadai. Jadi memang stok ini sudah di setting rendah guna mengantisipasi penurunan konsumsi setelah Natari, tetapi settingannya tidak pas.


"Itu dugaan awal saya, karena memang tidak mudah memperkirakan kebutuhan di masa yang akan datang di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih rendah dan cenderung tidak stabil. Terlebih harga ikan segar juga tidak kunjung turun, sehingga dasar asumsi menyediakan stok ini menjadi tidak akurat yang memicu kenaikan harga," ungkapnya.


Dia menambahkan, jika dugaan adanya spekulan dengan menimbun stok ayam kemungkinannya ada tetapi sangat kecil. Karena ayam ini juga makan setiap harinya, semakin besar bobotnya juga bisa membuat harganya anjlok. 


"Tetapi memang tidak ada salahnya pemerintah bersama dinas terkait bersama peternak ayam untuk duduk bersama menjelaskan kenaikan harga daging ayam ini. Pasti ada alasan yang masuk akal dan rasional pemicu kenaikan harga daging ayam tersebut," pungkasnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini