13 Santriwati di Balikpapan jadi Korban Pencabulan Oknum Ulama Ponpes

Niel P
Selasa, 18 Januari 2022 - 14:58
kali dibaca

Foto: Ilustrasi (Viva)

Mediaapakabar.com
Polisi menetapkan seorang oknum ulama di salah satu pondok pesantren di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur berinisial M sebagai tersangka kasus pencabulan.  M tega mencabuli 13 santriwati di ponpes itu.

"Iya, sudah (tersangka)," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Yusuf Sutejo, dikutip dari Detikcom, Selasa (18/1/2022).

M resmi menjadi tersangka usai gelar perkara penyidik PPA Polda Kaltim pada Jumat (14/7). Yusuf mengatakan, penyidik mengantongi dua alat bukti tersangka mencabuli sejumlah santriwati.

Dia dijerat Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan. Kombes Yusuf menegaskan, posisi M merupakan salah satu oknum ulama di pesantren yang menjadi lokasi pencabulan.

Sebelumnya, M sempat terindikasi memperkosa 13 santriwatinya. Belakangan PPA Balikpapan meluruskan jika yang dilakukan M adalah pencabulan.

"Bukan pemerkosaan, tapi pencabulan," kata Kepala UPTD PPA Kota Balikpapan Esti Santi Pratiwi kepada detikcom, Rabu (12/1).

Esti mengatakan pihak korban pada awalnya memang melaporkan dugaan pencabulan itu ke UPTD PPA Balikpapan sehingga pihaknya melaporkan kasus ini ke Polda Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam pengakuannya, salah seorang santriwati mengaku dicabuli sehingga melapor ke orang tuanya pada 4 Oktober 2021.

"Kemudian tanggal 6 Oktober ke kantor kami, mereka kami asesmen, kami ingin tahu kan cerita sebenarnya. Waktu asesmen awal ada 2 orang, dia datang kemudian kita antarkan untuk lapor ke Polda," sambung Esti.

Esti mengatakan terungkapnya dugaan pencabulan ini bermula dari pengakuan salah satu korban kepada orang tuanya.

"Setelah itu orang tuanya datang ke sana untuk menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, dia melaporkan ke orang tuanya dia sudah tidak nyaman karena ada tindakan yang membuat dia tidak nyaman," kata Esti.

Lebih lanjut Esti menjelaskan bahwa pada dasarnya korban mengaku dicabuli dengan cara dicium. (Dtc/DP)
Share:
Komentar

Berita Terkini