Kementan Dorong Produktivitas Petani Vanili Karo

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Vanili yang sedang dikeringkan.

Mediaapakabar.com
- Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan mendorong peningkatan produktivitas petani Vanili di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sebagai bagian dari upaya mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Lenny Hartati Harahap mengatakan, pihaknya melaksanakan beberapa program kepada para petani yang memproduksi komoditas pertanian untuk pasar ekspor.


"Salah satu program yang kami lakukan adalah memberi bimbingan teknis untuk petani Vanili di Kabupaten Karo," ujarnya, Selasa (28/12/2021).


Aktivitas terkini yang telah dilaksanakan yakni pada Senin (27/12/2021), Lenny bersama dengan jajaran Karantina Pertanian Medan memberi bimbingan teknis (bimtek) kepada para petani Vanili di Desa Perbesi, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pada kesempatan itu Lenny dan jajaran menyampaikan berbagai informasi dan panduan yang dibutuhkan petani.


Mulai dari sisi teknis pembudidayaan hingga persyaratan dan kualifikasi komoditas ekspor. Salah satunya adalah komoditas Vanili yang akan diekspor harus berasal dari tanaman yang dibudidayakan secara organik.


Kemudian eksportir komoditas pertanian dan produk turunannya juga wajib memiliki Sertifikat Phytosanitary yang diterbitkan Badan Karantina Pertanian. Penerbitan sertifikat itu akan disesuaikan dengan persyaratan impor barang terkait di negara tujuan.


Biasanya, persyaratan itu meliputi bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) negara tujuan dan aspek-aspek yang terkait dengan keamanan pangan. Di antaranya bebas dari residu pestisida dan logam berat.


"Komoditas dan produk ekspor pertanian kita sering bermasalah pada aspek keamanan," ujar Lenny.


Karena itu pemenuhan aspek keamanan pangan menjadi salah satu titik tekan dalam setiap aktivitas bimtek. Petani selalu dianjurkan bercocok tanam secara organik agar menghasilkan panen dengan kualitas ekspor.


Lenny memaparkan, komoditas Vanili dan produk turunan sebenarnya sudah lama diekspor dari Sumut. Meski sempat terhenti beberapa waktu, tetapi kembali menggeliat mulai 2019 sampai sekarang.


Komoditas Vanili dari Sumut saat ini sudah banyak dikirim ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, China, Jepang dan beberapa negara lain. Sementara jumlah eksportir Vanili dan produk turunannya yang tercatat di Karantina Pertanian Medan mencapai 10 perusahaan.


"Produk yang dikirim ada yang berupa Vanili Bean dan Vanili Powder," imbuhnya.


Di negara-negara tujuan, produk-produk tersebut dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Seperti pewangi makanan, kosmetik, parfum serta hasil industri lainnya.


Selain bimtek, lanjut Lenny, Karantina Pertanian Medan juga memiliki program lain untuk mendukung Gratieks yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Salah satunya adalah Kelas Ekspor yang memfasilitasi beberapa otoritas terkait untuk mensosialisasikan berbagai regulasi ekspor secara komprehensif.


Karantina Pertanian Medan juga kini sudah memiliki fasilitas Klinik Ekspor Horas Medan. Meski dia memastikan masih tetap akan melanjutkan program bimtek pada 2022.


Bahkan, kata Lenny, Karantina Pertanian Medan akan memperluas cakupan daerah sasaran bimtek. Khusus untuk Vanili, bimtek akan dilaksanakan di lebih dari 13 desa pada 2022.


"Ke depan kita juga akan kembangkan ke desa yang lain dan dengan komoditas atau produk yang berbeda," pungkasnya. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini