Jubir Muda PAN Minta Giring PSI Berhenti Halusinasi Soal Pecatan Jokowi

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha.

Mediaapakabar.com
Juru Bicara Muda Partai Amanat Nasional (PAN), Dimas Prakoso Akbar mengimbau Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berhenti berhalusinasi terhadap pihak tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Dimas merespons pernyataan Ketua Umum PSI Giring Ganesha yang menyebut Indonesia akan menjadi suram pada periode mendatang apabila dipimpin seorang pembohong yang pernah dipecat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).


Menurut pihaknya, Giring dkk lebih baik memperbanyak kegiatan konsolidasi internal agar bisa lolos ke Senayan di Pemilu 2024 mendatang.


"Giring dan PSI berhentilah halusinasi berkepanjangan terhadap salah satu pihak, lebih baik perbanyak konsolidasi dan gagasan yang mengundang simpati publik supaya 2024 bisa keluar dari predikat partai gurem untuk bisa lolos ke Senayan," kata Dimas dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu, 25 Desember 2021.


Ia pun mengaku sangat menyayangkan sikap dan pernyataan Giring yang menyebut Indonesia akan menjadi suram pada periode mendatang apabila dipimpin seorang pembohong yang pernah dipecat Jokowi.


Sebagai pemimpin parpol yang mengatasnamakan anak muda, menurut Dimas, Giring sebaiknya tidak mengedepankan politik gagasan dan persatuan dalam bersikap dan mengeluarkan pernyataan.


Dimas menilai pernyataan pria yang pernah dikenal sebagai vokalis Nidji itu malah mempertajam politik identitas di tengah publik.


"Siapapun berhak mengkritik pejabat publik dan memang mereka patut dikritik. Tetapi yang dikritik seharusnya kebijakan dan gagasannya bukan serangan- bersifat personal yang substansinya tidak faktual," katanya.


Ia pun mengkritik pernyataan yang dilontarkan Giring itu dilakukan pada momen peringatan HUT PSI yang juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).


"Apalagi di forum itu ada Presiden. Tidak etis menarik sosok sekelas presiden ke dalam lingkar kebencian yang bersifat personal terhadap satu atau dua pihak," katanya.


Dia tak mau berandai-andai sosok yang dimaksud Giring itu salah satunya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Diketahui, Anies pernah dicopot dari jabatan Mendikbud oleh Jokowi pada pemerintahannya di periode 2014-2019.


Meskipun demikian, Dimas mengingatkan bahwa Anies merupakan sosok yang memberikan dukungan revitalisasi sebuah gereja di Jakarta belum lama ini. Dimas juga menyebut, Anies telah terlibat dalam sejumlah kegiatan seremonial gereja selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.


"Tapi kalo memang dikaitkan dengan Anies Baswedan ya kita buktikan saja realitanya yang faktual. Ini kan musim libur Natal dan Tahun Baru. Anies baru-baru ini meresmikan revitalisasi GPIB Immanuel dan memberikan dukungan anggaran revitalisasi sebesar Rp24,6 miliar," ujar Dimas.


"Kemudian di Gereja Katolik Damai Kristus Duri Selatan Tambora, Anies juga meletakkan batu pertama serta menyerahkan IMB. Lalu ada juga event Christmas in Jakarta yang berlangsung di 15 titik ruang publik. Lantas letak intolerannya di mana?" tambahnya.


Masalah dipecat dari jabatan menteri oleh Jokowi, Dimas menyatakan hal itu merupakan hak prerogatif presiden yang didasari berbagai pertimbangan dan kepentingan.Dia pun mencontohkan Wishnutama yang dicopot dari jabatan Menparekraf untuk digantikan eks Wagub DKI yang menjadi pasangan Anies dalam Pilgub 2017 silam, Sandiaga Uno.


"Wishnutama juga pernah dipecat presiden tapi kemudian dipercaya menjabat komisaris utama di BUMN sekelas Telkomsel," imbuhnya.


Sebelumnya, Giring menyatakan bahwa masa depan Indonesia suram apabila dipimpin oleh seorang presiden pembohong dan sosok yang intoleran.


Pernyataan itu dilontarkan Giring di hadapan Presiden Jokowi dalam momen puncak Hari Ulang Tahun PSI ke-7. Giring mulanya mengaku siap menjadi oposisi pemerintah pada periode mendatang apabila presiden terpilih pada Pilpres 2024 merupakan sosok intoleran.


Dalam sambutannya itu, Giring tidak secara spesifik menyebutkan secara pasti siapa sosok yang dimaksud tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa sosok itu merupakan orang yang pernah dipecat Jokowi dalam pemerintahan. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini