JFX dan KBI Dorong Disabilitas Menjadi Pelaku Ekonomi

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : JFX dan KBI berikan pelatihan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi pelaku ekonomi.

Mediaapakabar.com
Jakarta Futures Exchange (JFX) / Bursa Berjangka Jakarta bersama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI) memberikan dorongan kepada para penyandang disabilitas untuk berperan menjadi pelaku ekonomi. 

Kegiatan bersama JFX dan KBI ini dilakukan dalam bentuk dukungan kegiatan pelatihan barista bagi para penyandang disabilitas di Medan, Sumatera Utara.

 

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Latihan Tenaga Kerja (BBPLK) Medan tersebut, JFX dan KBI menggandeng Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Kodam I Bukit Barisan serta Kementerian Ketenagakerjaan.

 

Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Jakarta Futures Exchange mengatakan, masyarakat penyandang disabilitas menjadi salah satu kelompok yang merasakan dampak negatif dari pandemi covid.


Padahal, masyarakat penyandang disabilitas dapat dikaryakan untuk ikut mendukung pemulihan ekonomi akibat covid yang merusak sejumlah sektor ekonomi. 


"Apa yang kami jalankan ini tentunya merupakan salah satu resep kami menjawab tantangan mengurangi pengangguran, dan membangun kreativitas dan menciptakan pekerjaan baru. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kami untuk peduli akan sesama, yang akan terus ditumbuh kembangkan," katanya, Selasa (21/12/21).

 

Lebih lanjut, Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menuturkan, bagi KBI, apa yang dijalankan ini merupakan bagian dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) kami kepada masyarakat. Sebagai Badan Usaha Milik Negara, kami memiliki tugas untuk turut meningkatkan ekonomi masyarakat. 


"Apa yang kami jalankan dengan memberikan pelatihan penyandang disabilitas untuk menjadi barista ini, menjadi harapan kami agar kedepannya para penyandang disabilitas akan menjadi entrepreneur dan pelaku ekonomi, khususnya dalam bisnis kopi secara retail. Kita tahu penggemar kopi di Indonesia sangat besar dan terus meningkat. Tentunya ini akan menjadi lahan ekonomi bagi para barista. Untuk itu, para barista harus memiliki kemampuan yang cukup untuk bisa menjawab kebutuhan masyarakat," tutur Fajar.

 

Dia menjelaskan, industri kopi secara ritel di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang sangat besar. Kedai-kedai kopi bermunculan tidak hanya di tengah kota, namun sampai juga ke daerah. Konsumsi kopi di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. 


Data dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian menyebutkan, konsumsi kopi di Indonesia tahun 2018 mencapai 314 ribu ton, dan diprediksi akan terus tumbuh sekitar 8,2 persen sampai tahun 2021. 


"Tahun 2021, tingkat konsumsi kopi nasional diprediksi akan mencapai 370 ribu ton. Pertumbuhan rata-rata konsumsi kopi di Indonesia ini menurut International Coffee Organization (ICO) berada diatas rata-rata dunia pada umumnya," jelasnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini