Jelang Nataru, KAI Sediakan 15.526 Tiket

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto: Suasana di Stasiun Kereta Api Kota Medan.

Mediaapakabar.com
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Regional I Sumatera Utara menyediakan sebanyak 15.526 tiket untuk melayani perjalanan masyarakat di Sumut setiap hari. Sedangkan khusus untuk Kereta Api Antar Kota disediakan rata-rata 3.230 tiket per harinya. 

Vice President PT KAI Divre I Sumatera Utara, Yuskal Setiawan mengatakan, permintaaan tiket memang masih di bawah 30 persen. 


"Secara umum tiket yang terjual masih dibawah 30 persen. Namun diprediksi akan terus bergerak karena penjualan masih berlangsung. Tiket KA masa Nataru 2021/2022 juga sudah dapat dipesan oleh masyarakat melalui aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya," katanya, Rabu (22/12/21).


Yuskal menjelaskan, pihaknya juga akan mengoperasikan 25 lokomotif dan 62 kereta untuk melayani masyarakat. Masa angkutan Nataru telah berlangsung sejak 17 Desember 2021 hingga 4 Januari 2021. Selain itu juga mengoperasikan 32 perjalanan KA dengan rincian 8 perjalanan Kereta Api Antar Kota dan 24 perjalanan Kereta Api Lokal. 


"Selama angkutan Nataru ini, PT KAI Divre I Sumut akan mengoperasikan KA Sribilah relasi Medan-Rantau Prapat (PP) setiap hari. Berbeda jika dibandingkan di luar masa Nataru yang hanya beroperasi pada hari-hari tertentu saja," jelasnya. 


Meski berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19, PT KAI Divre I Sumut telah mempersiapkan dari segi layanan di stasiun dan di atas KA sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19, kesiapan kehandalan sarana dan prasarana, keamanan serta antisipasi lainnya guna menciptakan perjalanan KA yang aman, nyaman, sehat dan selamat. 


“Kami konsisten menerapkan protokol kesehatan secara disiplin pada layanan KA sesuai ketentuan dari pemerintah selama masa pandemi Covid-19,” ujar Yuskal. 


Sedangkan dari sisi prasarana, telah disiapkan skenario pengamanan perjalanan KA (Perka), yakni dengan memetakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) dan dipastikan di daerah rawan tersedia AMUS. Seperti AMUS pada jalur jembatan disediakan perancah, rel bendel, begel, bendel, dan H-Beam. 


Sedangkan AMUS pada jalan rel disediakan karung, bantalan, rel sambung, baut sambung dan pasir. 


"Kami juga menyiagakan 33 personil untuk menjaga daerah rawan yang siaga 24 jam guna menjamin dan memastikan keselamatan perjalanan KA. Selain itu, dari sisi pengamanan disiagakan 238 personil guna memberikan rasa aman baik itu di stasiun maupun di atas KA," tuturnya.


Yuskal juga menegaskan, penumpang harus dalam kondisi sehat atau tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius. 


Penumpang diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Penumpang juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan. 


"Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut," ujarnya.


PT KAI juga telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI. Integrasi ini terwujud melalui kerjasama antara KAI dan Kementerian Kesehatan dengan tujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen. 


"Kami juga telah menyediakan 6 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen di stasiun dengan tarif Rp 45.000. Layanan Rapid Test Antigen di stasiun ini untuk membantu masyarakat dalam memenuhi persyaratan bepergian menggunakan KA Antar Kota di masa pandemi Covid-19. Ke-6 stasiun tersebut yakni Stasiun Medan, Stasiun Kisaran, Stasiun Tanjung Balai, Stasiun Rantauprapat,  Stasiun Mambangmuda, dan Stasiun Tebing Tinggi," tambahnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini