IHSG dan Rupiah Terpuruk, Emas Bertahan di Awal Pekan

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 20 Desember 2021 - 16:11
kali dibaca
Ket Foto : Kinerja pasar keuangan di penutupan awal pekan ini mengalami pukulan yang cukup besar. Bursa di  Asia banyak yang melemah sehingga menyulut pelemahan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Mediaapakabar.com
Kinerja pasar keuangan di penutupan awal pekan ini mengalami pukulan yang cukup besar. Bursa di  Asia banyak yang melemah sehingga menyulut pelemahan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Pada hari ini, Senin (20/12/21) IHSG sepanjang sesi perdagangan berada di zona merah. Di sesi kedua tekanan terhadap IHSG kian meningkat, IHSG justru kian melemah dan secara teknikal mendekati level resisten 6.530.


Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup anjlok 0.83 persen di level 6.547,11. 


Mengikuti pergerakan sejumlah indeks bursa di Asia yang juga melemah pada perdagangan hari ini. Meski demikian, kinerja IHSG relative lebih baik ketimbang beberapa indeks acuan bursa di Asia yang terpuruk lebih dari 1 persen. Sebagai contoh, Hang Seng anjlok 1.89 persen, Shanghai turun 1.07 persen serta Nikkei minus 2.13 persen.


"Disisi lain, kinerja mata uang Rupiah juga mengalami pelemahan. Rupiah sempat terpuruk di atas level 14.400 per US Dollar. Meskipun menjelang sesi penutupan perdagangan Rupiah mampu mengurangi kerugiannya di kisaran level 14.394 per US dollar," katanya.


Dia menjelaskan, kelemahan pasar keuangan domestik dipicu oleh kekhawatiran akan adanya varian terbaru Covid-19 Omicron yang sangat potensial menekan kinerja pasar keuangan secara keseluruhan. Langkah Inggris yang memberlakukan lockdown menjadi pemicu meningkatnya kekuatiran pelaku pasar global.


Omicron akan menjadi ancaman yang menakutkan bagi pelaku pasar. Pekan ini hingga tutup akhir tahun, sentimen pasar masih akan dihantui oleh penyebaran Omicron itu sendiri. Sejauh ini, belum ada sentiment bagus yang mampu memperbaiki pasar. Terlebih pekan depan adalah pekan dengan banyak waktu libur. Sehingga sentimen kian sedikit dan sangat rawan bergerak di teritori negatif.


Meski demikian, harga komoditas emas justru masih mampu bertahan di awal pekan ini. Meskipun terbilang stabil dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Harga emas terpantau memiliki kecenderungan untuk bergerak ke atas. Harga emas hari ini mampu diperdagangkan di kisaran level $1.800-an per ons troynya.


"Fokus pelaku pasar akan tertuju pada data penambahan pasien Covid-19 di tanah air, serta melihat sejauh mana omicron menyebar. Jadi kalau data pasien terus memburuk, saya mengkuatirkan pasar keuangan akan mengikuti dengan terus bergerak di zona merah," jelasnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini