Harga Emas Berpeluang Turun, Investor Perlu Waspada

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 16 Desember 2021 - 18:52
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Harga emas dunia  khususnya dalam satu bulan terakhir berada dalam tren mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan seiring dengan pengurangan pembelian aset oleh Bank Sentral AS atau The FED sejak November kemarin. Harga emas yang di bulan lalu masih sempat berada di kisaran $1.872 per ounce troy, saat ini bertengger di kisaran $1.765 per ounce troynya.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, di pekan ini khususnya hari Rabu malam waktu AS atau Kamis waktu Indonesia, Bank Sentral AS akan mengeluarkan kebijakan serta memaparkan gambaran ekonomi AS ke depan. Dia menilai emas yang akan paling dirugikan dengan kebijakan AS karena pada dasarnya inflasi di AS sudah sangat tinggi, di atas 6 persen, sementara bunga acuan The FED masih berada dalam rentang 0 hingga 0.25 persen.


"Jika The FED melakukan penyesuaian kebijakan tapering atau kenaikan suku bunga acuan, mengacu kepada data ketenagakerjaan. Memang ini akan menjaga atau setidaknya memberikan nafas bagi emas untuk bertahan terlebih dahulu. Akan tetapi, saya menilai tidak ada pilihan yang baik buat harga emas. Kedepan tren harga emas itu berpeluang untuk mengalami penurunan," katanya di Medan, Kamis (16/12/21).


Gunawan menjelaskan, inflasi AS jadi tolak ukur kebijakan lanjutan yang saya pikir semuanya hanya masalah waktu saja. Jika sebelumnya AS melakukan tapering dengan mengurangi pembelian aset secara bertahap sebanyak 15 milyar per bulan, maka cepat atau lambat kebijakan tersebut nantinya akan tuntas, hingga saatnya tidak ada lagi pembelian aset oleh The FED sama sekali.


Bahkan, kemungkinan yang terburuk adalah The FED justru mempercepat proses pengurangan pembelian aset. Ini juga bisa berdampak pada penurunan harga emas nantinya. Selain itu, ada masalah inflasi yang bisa membuat AS menyesuaikan (naik) kebijakan suku bunga acuannya. Saya yakinkan ini hanya masalah waktu saja.


"Selama menunggu itu semua terjadi, harga emas akan tetap berfluktuasi, tetapi dengan tren yang menurun. Ini yang perlu diwaspadai selanjutnya. Terlebih banyak ekonom yang melihat potensi kebijakan menaikan bunga acuan di tambah dengan kebijakan pengurangan pembelian aset The FED akan lebih cepat terealisasi dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya," jelasnya.


Tahun depan bukan menjadi tahun yang baik untuk berinvestasi emas, sebab kebijakan normalisasi The FED dipekirakan akan mulai di berlakukan. Namun, emas bisa saja terhenti penurunan harganya jika terjadi dua hal. Pertama Covid-19 memperburuk kondisi ekonomi global yang membuat ekspektasi pemulihan ekonomi terganggu.


Kedua, ada pelemahan mata uang rupiah yang mengkompensasi penurunan harga emas. Untuk poin pertama ini tidak bisa menyimpulkan terlalu jauh dampak penyebaran Covid-19 varian Omicron. Karena dampak kerusakannya belum bisa dipastikan, sejauh ini sekalipun Omicron telah menyebar, namun data ekonomi global masih menunjukan pemulihan. Walaupun kerap dibarengi dengan revisi ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kecil.


Disisi lain, pelemahan Rupiah memang bisa membuat harga emas di tanah air tidak akan seburuk kinerjanya dengan harga emas dunia. Tetapi jangan terlalu berharap besar disitu, Bank Indonesia akan melakukan upaya untuk menstabilkan rupiah. Jadi kalau The FED menaikkan bunga acuan, BI punya ruang yang lebih besar untuk menyeimbangkanya. Mengingat besaran BI 7 DRR itu masih di 3.5 persen level terendah sepanjang sejarah.


"Untuk itu, bijaklah berinvestasi emas. Potensi emas turun dalam jangka menengah panjang itu tsudah terlihat. Walaupun dalam jangka pendek masih akan berfluktuasi. Jadi kembali lagi ke tipikal investor emas itu sendiri. Kalau tipikalnya investor jangka pendek yang kerap hit and run, maka ini saat yang tepat bertransaksi emas. Jika tipikalnya adalah investor jangka panjang maka ini saat yang dipertimbangkan untuk menjual emas," tuturnya.


Gunawan menambahkan,  jika tipikalnya investor sekaligus konsumen emas, dimana emas bukan hanya merupakan instrumen investasi saja, tetapi emas dijadikan sebagai perhiasan, atau memang tipikalnya suka mengoleksi emas. Maka masyarakat tidak perlu melakukan apa-apa, silahkan jika terus mengoleksi emas. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini