Erdogan Undang Para Rabi Pemuka Yahudi Makan Malam di Istana

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Erdogan undang para rabi pemuka agama Yahudi makan malam di Istana Kepresidenan. (AFP/ADEM ALTAN)

Mediaapakabar.com
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak makan malam para rabi agama Yahudi di istana kepresidenan Istanbul pekan ini.

Erdogan mengajak mereka saat akan menggelar konferensi Aliansi Rabbi di Negara Islam (ARIS) di hotel Conrad.


Kepala Rabi Ashkenazi Turki sekaligus direktur ARIS, Rabbi Mendy Cithrik, hanya mendapat kabar bahwa Erdogan akan menerima mereka beberapa jam sebelum konferensi dimulai.


Menurut penuturan Chitrik, mereka membahas beragam topik selama dua jam dengan Erdogan.


"Presiden mendengarkan semua Rabi dengan bahagia. (Ia) menyampaikan pertentangan terhadap antisemitisme dan Islamofobia dan telah menegaskan kembali sikap Turki bahwa menyangkal Holocaust adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Chitrick kepada Telegraphic yang dikutip Times of Israel.


Topik lain yang dibahas adalah keadaan hubungan Turki-Israel.


"Saya menghargai dialog baru kami dengan Presiden Israel Isaac Herzog dan Perdana Menteri Naftali Bennett," kata Erdogan kepada para rabi dilansir dari CNNIndonesia.com. 


Meskipun negara itu pernah menjadi sekutu kuat Israel, hubungan Turki-Israel telah memburuk di bawah kekuasaan Erdogan selama hampir 20 tahun.


Insiden Mavi Marmara pada 2010 mengantarkan ke titik terendah dalam hubungan diplomasi. Ketika itu, tentara Israel diserang saat menaiki kapal Turki yang berusaha membuka blokade Gaza, dan 10 aktivis Turki terbunuh.


Erdogan juga menyebut Israel sebagai "negara teroris" dan menuduhnya melakukan "genosida."


Meskipun hubungan dagang dengan Israel tetap berlangsung, pemerintah Turki juga menjadi tuan rumah kepemimpinan Hamas dan merupakan penyandang dana utama penyebab Palestina di Gaza dan Tepi Barat.


Dalam makan malam itu, Presiden Turki menegaskan kembali posisinya tetapi meminta para rabi untuk menjadi bagian dari solusi.


"Kita semua harus berjuang untuk perdamaian di Timur Tengah," katanya.


Ia tidak ingin melihat konflik apa pun di kawasan tersebut, yang dinilai rumah bagi tiga agama Ibrahim.


"Saya percaya solusi yang memprioritaskan kepekaan semua kelompok agama yang tinggal di Yerusalem bisa tercapai," tambahnya.


Hubungan Erdogan dengan komunitas Yahudi di dunia juga tak begitu membaik.


Pada Mei lalu, dia dihukum Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, atas pernyataannya yang dianggap mengkampanyekan anti semit.


"Mereka pembunuh, sampai-sampai mereka membunuh anak-anak yang berusia lima atau enam tahun. Mereka hanya puas dengan menghisap darah mereka. Itu sifat mereka," kata Erdogan. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini