Begal Bersajam Kembali Beraksi, Kriminolog Minta Polrestabes Medan Tingkatkan Patroli

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Pakar Hukum Pidana Universitas Panca Budi (UNPAB) Medan, Dr. Redyanto Sidi SH MH.

Mediaapakabar.com
Polrestabes Medan dan jajaranya diminta agar meningkatkan patroli di sejumlah Kecamatan yang dianggap rawan begal, hal itu dilakukan agar mempersempit gerak begal yang kembali meresahkan warga Kota Medan.

Hal itu dikatakan Kriminolog Dr Redyanto Sidi SH MH ketika dimintai tanggapannya terkait aksi komplotan pelaku begal dengan menggunakan senjata tajam (sajam) yang kembali beraksi di Jalan Setia Budi simpang Jalan Ngumban Surbakti, Rabu (8/12/2021) lalu.


"Peristiwa itu menunjukkan penjahat semakin hari mangkin membahayakan, hal ini membuat masyarakat tidak nyaman, tidak tentram. Sehingga bagaimana formulasi untuk itu, saya kira kepolisian harus juga ikut berevolusi sejalan dengan nekatnya pelaku kejahatan saat ini," ujar Redyanto Sidi ketika dikonfirmasi mediaapakabar.com, Minggu, 12 Desember 2021.


Menurut Pakar Hukum Pidana Universitas Panca Budi (UNPAB) ini, bahwa Unit-Unit yang sudah ada, saya kira perlu ditingkatkan kembali, jangan menciptakan Unit baru, karena Unit lama saja kita belum melihat bagaimana maksimal kinerjanya. 


"Nah, harapan bagi masyarakat yakni perlu adanya tim pihak kepolisian ada di lapangan (standby), baik secara terbuka dengan kelengkapan dinasnya atau juga secara tertutup (undercover). Jadi apabila sewaktu-waktu ada kejadian, pihak kepolisian langsung dapat menindak pelaku kejahatan tersebut," sebutnya.


Redyanto menilai, pihak kepolisian di Kota Medan saat ini kurang maksimal, mengingat pelaku kejahatan terbilang nekat dan memanfaatkan lengahnya korban.


“Tidak berimbangnya kejahatan dengan pengungkapan menjadi satu persoalan tersendiri, sehingga kejahatan tetap berkembang,” ucapnya.


Sebaliknya, kata Redyanto, pengungkapan peristiwa kejahatan malah terungkap oleh aktivitas masyarakat di media sosial (medsos). Alhasil, muncul anggapan masyarakat dimana aparat saat peristiwa, padahal aparat bukanlah petugas pemadam kebakaran. 


"Nah, saya kira patroli berkala juga salah satu solusi disamping itu juga Call Center yang aktif 24 jam perlu juga disosialisasikan kembali kepada masyarakat. Sehingga masyarakat ketika mengetahui suatu peristiwa pidana bisa langsung melapor atau masyarakat yang menjadi korban bisa segera terselamatkan dengan adanya call sentral tadi, sehingga terhubung dengan aparat kepolisian yang ada di lapangan," ujarnya.


Penambahan Polsek di Kecamatan


Dosen S2 Fakultas Magister Hukum Universitas Panca Budi (UNPAB) Medan ini mengatakan terkait hal ini, Kapolrestabes Medan perlu memikirkan dan mengkaji untuk penambahan Polsek di setiap Kecamatan yang belum ada.


"Polresta Medan saat ini menjadi Polrestabes Medan, nah, hal ini harus dibarengi dengan perluasan zona pihak kepolisian, sangat ideal misalnya sudah harus ada penambahan Polsek, seperti Polsek Medan Denai, Polsek Medan Petisah, Polsek Medan Amplas, sesuai dengan Kecamatan-Kecamatan yang ada, saya kira perlu dikaji dan diusulkan oleh Kapolrestabes supaya perluasan wilayah ini," katanya.


Penambahan ini, lanjut dikatakannya, sesuai rasio dan kebutuhan keamanan masyarakat dan sesuai pula dengan namanya Polrestabes. 


"Nah, kan sangat aneh ketika Polrestabes tapi ada beberapa Kecamatan yang tidak memiliki Polsek dan masuk pada Zona atau wilayah hukum Polsek yang lain yang tadi saya sebutkan," ujarnya.


Sehingga, sambung Redyanto, inikan sangat diperlukan dengan adanya tiap Polsek di tiap Kecamatan akan menambah amunisi bagi pihak kepolisian dan menambah rasa keamanan bagi masyarakat.


"Selain itu, dapat memudahkan pihak kepolisian untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di setiap Kecamatan. Saya kira ini perlu dipertimbangkan oleh Kapolrestabes Medan," pungkasnya.


Diketahui sebelumnya, seorang pria paruh baya menjadi korban pembegalan, hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Setia Budi, Kelurahan Ngumban Surbakti, Kecamatan Sunggal, pada Rabu (8/12/2021) sekira pukul 4 pagi.


Korban diketahui bernama, Fernando Pintar aja Sagala (49) warga Jalan Jendral AH Nasution, Kecamatan Medan Johor.


Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Dirinya mengatakan awalnya, korban bersama dengan rekannya bernama Irwan Harahap mengendarai sepeda motor melintas di lokasi kejadian.


Lalu, tiba-tiba ada dari arah belakang datang empat orang menggunakan dua sepeda motor langsung memberhentikan kendaraan korban.


"Pelaku memepet sepeda motor milik korban, hingga mereka berhenti," kata Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata, Jumat (10/9/2021).


Ia mengatakan, setelah korban berhenti salah satu pelaku mengeluarkan sebilah senjata tajam dan mengayunkan nya ke arah korban hingga terluka. "Sedangkan pelaku lainnya mengambil sepeda motor korban dan dibawa kabur," tuturnya.


Kapolsek menuturkan, para pelaku berhasil membawa lari sepeda motor, tas samping yang berisikan satu buah handphone, dan uang tunai sebanyak Rp 650 ribu. "Ditaksir kerugian korban kurang lebih mencapai Rp 18 juta," sebutnya.


Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini korban telah melaporkan hal tersebut ke Polsek Sunggal. "Korban sudah membuat laporan pengaduan. Dan segera kita tindak lanjuti," pungkasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini