Antisipasi Peredaran Narkoba Jelang Tahun Baru, Ini Kata Ketua Umum DPP Granat

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ketua Umum DPP Granat, Henry Yosodiningrat, membeberkan bahwa maraknya narkoba masuk ke Tanah Air lantaran punya peminat yang banyak. 

Mediaapakabar.com
Peredaran gelap narkoba di Indonesia setiap pergantian tahun terbilang masih marak. 

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat melakukan operasi narkoba jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kompleks Permata Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (22/12). Hasilnya, 5 dari 7 orang yang sedang pesta narkoba diamankan karena terbukti menggunakan metamfetamin.


Tidak lama berselang, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta juga mengungkap penyelundupan 147,143 kilogram (kg) sabu.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan sabu ini rencananya oleh pelaku akan diedarkan untuk Tahun Baru untuk daerah Jakarta, Tangerang, dan Jawa Tengah.


Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPP Granat, Henry Yosodiningrat, membeberkan bahwa maraknya narkoba masuk ke Tanah Air lantaran punya peminat yang banyak.


"Kalau saja pengguna itu menurun atau tidak ada lagi, maka barang itu juga ikut tidak ada," ucap Henry dikutip dari mediaindonesia.com, Rabu, 29 Desember 2021.


Yang kedua, lanjut Henry, banyak sindikat internasional yang bekerja secara sistematis dan taktis sehingga mampu membaca pasar negara mana saja yang membutuhkan narkoba.


"Mereka bisa membaca pasar yang paling bagus di dunia antara lain, khususnya Indonesia. Karena banyaknya penggunanya dan harganya tinggi sehingga secara ekonomi menggiurkan mereka," ungkapnya.


Henry menilai maraknya peredaran narkoba jelang tahun baru ini lantaran masih adanya oknum yang bisa diajak 'bermain'.


"Kalau ini diberantas semua, peminatnya kurang, bagaimana caranya? Dengan melakukan upaya pencegahan dengan tidak mengurangi upaya penindakan," tegasnya.


"Upaya pencegahannya ini harus nasional artinya ke semua lapisan masyarakat," tambah Henry.


Lalu, Henry menegaskan pemerintah, khususnya stakeholder yang menangani narkoba banyak yang tak fokus menindak peredaran barang haram tersebut.


Hal itu dikarenakan selama covid-19, semua pihak diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk fokus terkait penanganan covid-19. "Di sini kesempatan mereka bermain," tandasnya. (MIC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini