Akhir Tahun 2021, Harga Bahan Pokok Ikan dan Sayur di Medan Makin Mahal

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. (INT)

Mediaapakabar.com
Akhir tahun 2021, sejumlah harga bahan pokok sayur mayur di pasar-pasar tradisional di Kota Medan melonjak mahal. Seperti sayur buncis, kacang panjang, wortel, bayam, sayur selada, sawi pahit dan sayur lainnya.

Lina salah satu pedagang sayur di Pasar Simpang Limun Medan mengatakan, bahwa kenaikan sayur-sayuran ini sudah terjadi selama sepekan sebelum Hari Natal.


“Seperti sayur buncis sudah Rp15.000 per kg biasanya Rp10.000 per kg. Wortel Rp8.000 biasanya Rp6.000 per kg. Selada aja sampai Rp35.000 per kg biasanya Rp20.000 per kg. Kacang panjang biasanya Rp8.000 sudah Rp15.000 per kg. Begitu juga sawi pahit Rp13.000 per kg biasanya Rp8.000,” sebut Lina dikutip dari mistar.id, Minggu, 26 Desember 2021.


Selain harga sayuran, harga cabai merah juga mulai merangkak naik hari ini dijual Rp28.000 per kg, padahal tiga hari sebelumnya masih Rp25.000 per kg. 


“Mungkin karena semalam kan hari besar, dan bertepatan weekend jadi masih belum banyak petani ke ladang. Masih libur mereka,” sebutnya.


Selain cabai merah, harga bawang putih ternyata mulai naik di harga Rp28.000 per kg. Biasanya harga Rp24.000 per kg. “Tapi kenaikan ini juga masih hari ini,” sebutnya.


Sementara itu, hal sama yang dikatakan Vera salah satu pedagang sayur di lokasi yang sama sayuran ini mahal diduga karena faktor cuaca juga, dan karena Hari Natal dan mendekati Tahun Baru.


“Banyak petani yang tidak ke ladang. Apalagi nanti pas libur Tahun Baru 2022, banyak juga nanti pedagang yang gak jualan seperti tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya. Sementara itu, harga ayam dan ikan basah juga masih terpantau mahal.


Harga ayam dijual di harga Rp33.000 hingga Rp35.000 per kg. Sedangkan ikan basah masih sama seperti ikan dencis di harga Rp35.000, ikan kembung Rp45.000 per kg begitu juga ikan lainnya di atas harga Rp30.000 an per kg.


Terpisah, Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sumatera Utara (Sumut) Barita Sihite menuturkan, bahwa pada H-1 Hari Natal memang ada kenaikan pada komoditas ayam dan ikan basah.


Hal ini lantaran naiknya permintaan namun kurangnya pasokan. “Kurang pasokan ini lantaran cuaca yang buruk menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun,” jelasnya. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini