Tak Diberi Uang Keamanan, Sekelompok Preman Diduga Keroyok Pekerja Bangunan di Binjai

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Korban saat melaporkan ke pihak kepolisian Polres Binjai.

Mediaapakabar.com
Sekelompok preman diduga melakukan aksi pengeroyokan terhadap salah seorang pekerja bangunan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Binjai, Jumat (29/10/2021), dikarenakan tidak diberi uang pembinaan alias keamanan.

Aksi kriminalitas itu terjadi, pada Rabu 27 Oktober 2021 sekira pukul 16:00 WIB kemarin. Korbannya, ialah M.I Sirait (48) warga Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Binjai.


Kronologinya, hari itu korban tengah melakukan rutinitas pekerjaan seperti biasanya. Dia, bertindak sebagai mandor yang mengawasi sebagian tenaga kerja di lokasi pekerjaan bangunan di sana.


Tiba-tiba, sekelompok orang yang mengatasnamakan salah satu organisasi masyarakat (Ormas) di Kota Binjai, datang sambil meneriakkan nama korban. Tanpa ba bi bu, mereka pun secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap M.I Sirait.


Hal ini seperti yang diungkapkan langsung oleh korban, ketika membuat laporan pengaduan di kantor polisi. Ia melaporkan tindakan penganiayaan yang diterimanya ke Mapolres Binjai, sesuai dengan surat Tanda Bukti Lapor Nomor : STTLP/228/X/2021/SPKT-B/Res Binjai.


Dalam laporan korban, ia menyebut beberapa nama, yang diduga kuat melakukan aksi penganiayaan terhadap dirinya. Mereka diketahui berinisial NS, ID, RK, dan A. Selain itu, masih banyak terduga pelaku lainnya, namun, korban tidak mempu mengenalinya, dikarenakan pukulan yang datang dari segala arah.


Kepada awak media, korban menceritakan latar belakang persoalan yang terjadi, hingga berakhir pada pengeroyokan oleh anggota Ormas di lokasi tempat ia mencari nafkah untuk keluarga kecilnya.


"Awalnya, hari Selasa 26 Oktober 2021 kemarin mereka datang minta uang pembinaan, saya bilang, untuk uang pembinaan biasanya pakai proposal. Terus dia marah, dan bilang saya tidak mau bantu dia," ujar M.I Sirait.


Selain meminta uang pembinaan ke lokasi kerja, para preman yang sebelumnya sempat memberikan ancaman akan membuat kerusuhan di sana, juga berkata ingin memasukkan orang untuk bekerja. Namun, dikarenakan belum tersedia lowongan pekerjaan, hal itu membuat mereka semakin berang.


"Selain minta uang pembinaan, mereka juga mau masukkan orang kerja, tapi karena saya hanya pekerja di situ mana berani saya memberi keputusan, terus mereka itu makin marah," bebernya.


Keesokan harinya, para preman yang merasa tidak mendapatkan 'pelayanan khusus' dari pemilik pekerjaan di sana, langsung meneriakkan nama korban dan seketika mengeroyoknya dengan cara memukul serta menerjang hingga ia jatuh bangun ke tanah.


Atas kejadian itu, korban mengalami beberapa luka memar pada wajah dan bekas cakaran di bagian lehernya. Ia sudah membuat visum yang nantinya berguna sebagai alat bukti bagi kepolisian, untuk menjerat para preman yang dinilai telah meresahkan. (MC/Red)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini