Pendamping PKH Diduga Intervensi Pilkades Karing Dairi

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca

Ket Foto : Kantor Kepala Desa Karing Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi.



Mediaapakabar.com
Seorang oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berinisial IB diduga mengintervensi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karing, Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Oknum dimaksud diduga mengarahkan Ketua Kelompok PKH untuk mengajak anggota masing-masing, memilih satu calon Kepala Desa (Kades) tertentu.


Hal itu dikatakan salah seorang Ketua Kelompok PKH di Desa Karing, yang enggan disebutkan namanya saat ditemui wartawan, Senin, 22 November 2021.


Dijelaskan, pada Selasa (9/11/2021) oknum IB mengundang para Ketua Kelompok PKH, bertemu di salah satu rumah pengurus kelompok PKH di Batu Kapur, Desa Karing. Ada sekitar 10 orang yang hadir saat itu.


Di tempat itu, IB menyampaikan kepada mereka, bahwa ada salah seorang calon Kades mengundang para Ketua Kelompok PKH, untuk bersilaturahmi. Pertemuan dengan calon Kades itu, direncanakan keesokan harinya, di salah satu rumah makan di Sidikalang.


"Dibilang, ini tidak terkait PKH. Namun silaturahmi. Ada calon Kades ingin bertemu dengan para ketua kelompok. Akan diberi uang pengganti transport," kata sumber mengutip perkataan IB saat itu.


Hal itu pun ditentang beberapa Ketua Kelompok. Menurut mereka, pilihan pada Pilkades Karing, hak pribadi setiap orang.


"Katanya hanya silaturahmi. Tapi diminta untuk mengajak anggota kelompok memilih calon itu. Saya bilang, pilihan urusan pribadi. Mana berani kami bilang sama anggota untuk memilih seseorang," kata sumber.


Wanita paruh baya itu melanjutkan, keesokan harinya, masuk pemberitahuan kepada mereka bahwa pertemuan yang dijadwal dengan salah satu calon Kades itu, dibatalkan.


Terpisah, IB ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon Senin (22/11/2021), tidak berhasil. Telepon tidak diangkat. Demikian dengan panggilan WhatsApp.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi, Parulian Sihombing dikonfirmasi mengatakan, telah mengetahui informasi terkait tindakan oknum pendamping PKH dimaksud.


"Sudah kita terima informasi itu dan sedang kita panggil. Konfirmasi nanti," kata Parulian.


Ditanya tindak lanjut, Parulian memastikan bahwa pihaknya akan turun ke Desa Karing, untuk memberi pencerahan kepada warga, bahwa PKH tidak boleh dipolitisasi.


"Pasti. Mewakili Kepala Dinas selaku koordinator pendamping nanti kita turunkan. Setelah yang bersangkutan hadir dulu di kantor. Hari ini," ujar Parulian. (BOB)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini