Ngeri! Anggota Polisi di Medan Jadi Korban Pembacokan

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Korban saat menjalani perawatan medis.

Mediaapakabar.com
Puluhan orang tak dikenal (OTK) diduga melakukan penyerbuan rumah anggota Polwan di Kota Medan. Kejadian penyerangan di rumah Aiptu Surya Ningsih terekam oleh CCTV hingga videonya beredar luas di media sosial Instagram serta viral.

Dari keterangan unggahan video di medsos tersebut, satu oknum polri bernama Aipda Eko Sugiawan yang bertugas di Polsek Medan Timur, menjadi korban dari penyerbuan tersebut. Dirinya dibacok di beberapa bagian tubuhnya hingga mengalami luka-luka.


Tak hanya itu saja, puluhan OTK itu juga menghancurkan rumah serta mobil milik abang korban Edi Susanto (49) yang merupakan suami dari Aiptu Surya Ningsih. Eko menjelaskan saat kejadian dia bersama adiknya (korban) sedang berada di kawasan Helvetia.


Saat itu, istrinya yang juga merupakan anggota polisi menelpon dan memberitahu bahwa rumahnya telah diserang oleh sejumlah orang.


"Jadi saya ada adik kandung polisi namanya Eko, saya mau konsultasi karena ada masalah, saya telpon dia. Terus jumpa di kantor kami, ceritalah sama dia," kata Edy kepada wartawan, Senin (1/11/2021).


Kemudian, dikatakannya, dirinya menceritakan masalahnya kepada adiknya, agar dapat solusi dari permasalahannya.


"Pukul 21.56 WIB masuk telpon dari istri saya, memberitahu bahwa di rumah sudah ramai didatangi orang dan diserang," sebutnya.


Setelah mendengarkan kabar itu, katanya, dia bersama adiknya langsung menuju ke rumahnya. Namun, begitu dia memasuki wilayah komplek tempat tinggalnya, dia melihat puluhan orang sudah memadati komplek tersebut. "Jadi saya menepi di depan komplek," ujarnya.


Lanjut dikatakannya, tidak beberapa lama, para pelaku keluar dari dalam kompleknya. akan tetapi, saat itu salah satu pelaku tanda dengan mobilnya, sehingga salah satu pelaku berteriak dan memberitahu kepada yang lain.


"Jadi mereka sudah siap merusak rumah, saya buka kaca mobil saya dengar dua kali letusan senjata api. Jadi saya tunggulah keluar mereka," ungkapnya.


"Terakhir keluar mobil Taft, karena tanda dengan mobil saya, ditunjuk-tunjuklah sama mereka, lalu berhentilah mereka. Kemudian menyerang secara membabi buta," lanjutnya.


Dalam pengakuannya, dirinya diserang menggunakan samurai, stik golf dan lain-lain yang dibawa. "Mobil saya hancur, masuk juga tombak ke dalam mobil," katanya.


Dari kejadian itu, beruntung nyawa Aipda Eko Sugiwan, anggota Polsek Medan Timur tersebut dapat tertolong. Eko yang baru saja dibacok preman kini masih menjalani perawatan di rumah sakit


Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut.


Ia mengatakan, korban telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Helvetia sesuai dengan laporan nomor STTLP/433/X/2021/SU/Polrestabes Medan/Sek Medan Helvetia.


"Iya kemarin sudah kita terima laporannya, penyelidikan ditarik ke Polrestabes Medan," kata Pardamean, Senin (1/11/2021).


Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles Marpaung menjelaskan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan. "Iya, laporannya kita tarik, dan sedang melakukan penyelidikan," pungkasnya. (MC/Red)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini