Hari Kesehatan Nasional, Mahasiswa Desak DPR Segera Sahkan RUU Farmasi

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia (ISMAFARSI) merayakan Hari Kesehatan Nasional hari ini dengan penyampaian tuntutan ke DPR. Mahasiswa farmasi mendesak DPR segera membahas dan mengesahkan RUU Kefarmasian.

Mediaapakabar.com
Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia (ISMAFARSI) merayakan Hari Kesehatan Nasional hari ini dengan penyampaian tuntutan ke DPR. Mahasiswa farmasi mendesak DPR segera membahas dan mengesahkan RUU Kefarmasian.

Sebagaimana keterangan tertulis dari Ismafarmasi, Jumat (12/11/2021), tuntutan ini disampaikan mahasiswa farmasi di Sekretariat ISMAFARMASI Nasional HMPSF UIN Malang, Jawa Timur.


Tuntutan itu disebut sebagai Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) Farmasi, disampaikan oleh Damas Raja Alvinu Fajri selaku Sekjen ISMAFARMASI, bersama Lembaga Eksekutif Mahasiswa se-Malang Raya mewakili 104 Lembaga Eksekutif Mahasiswa Farmasi di seluruh Indonesia.


"Bersamaan dengan momentum HKN ini saya mewakili teman-teman mahasiswa farmasi seluruh Indonesia ingin mendesak legislatif dalam hal ini DPR RI dan pemerintah (Presiden) untuk segera menjawab tuntutan kami seperti yang dijabarkan dalam Tiga tuntutan atau dapat kita sebut Tritura Farmasi," ujar Damas Raja, sebagaimana tercantum dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari detik.com, Sabtu, 13 November 2021.


Tritura Farmasi:

- RUU Kefarmasian masuk dalam Prolegnas Prioritas 2022 dan dibahas serta dirumuskan pada tahun 2022

- Perumusan RUU Kefarmasian melibatkan seluruh stakeholder dan diwadahi oleh DPR RI sebagai lembaga legislatif yang harus menciptakan revolusi kehidupan berprofesi

- Perumusan RUU Kefarmasian harus segera disahkan sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


ISMAFARMASI menyatakan RUU Kefarmasian akan menggantikan kecacatan dari UU historis, yakni UU nomor 07 Tahun 1963 tentang Farmasi. RUU Kefarmasian diharapkan dapat melindungi rakyat. RUU Kefarmasian juga diharapkan dapat merevolusi masalah kefarmasian dan masalah profesi kefarmasian, untuk kesehatan negeri.


"Kemudian, kami juga mengharapkan adanya perubahan dan itikad baik yang dilakukan badan legislatif (DPR RI) baik itu Ketua DPR RI, Komisi IX, dan Baleg untuk membuat dan melakukan forum terbuka dengan mahasiswa dan organisasi profesi yang menaungi kefarmasian dalam hal ini (IAI) yang disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia yang nantinya forum ini dapat dilaksanakan paling lambat pada tanggal 15 November 2021 dengan media yang disetujui baik luring ataupun daring," tutur Damas Raja.


Bila tuntutan ini tidak didengar oleh wakil rakyat, mahasiswa farmasi akan berdemonstrasi di depan gedung DPR RI. (DTC/MC)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini