Sidak ke Pasar Helvetia, Suwarno Tegaskan Jangan Ada Pungli Sesuai Instruksi Walikota

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca

Ket Foto : Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Medan Suwarno meminta agar jangan lagi ada pungutan liar (pungli) di pasar, seperti yang telah diinstruksikan Walikota Medan Bobby Nasution. Hal tersebut disampaikan Suwarno ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Helvetia, Rabu (6/10) bersama Direktur Keuangan/Adm Fernando Napitupulu. 


Mediaapakabar.com
Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Medan Suwarno meminta agar jangan lagi ada pungutan liar (pungli) di pasar, seperti yang telah diinstruksikan Walikota Medan Bobby Nasution. 

Hal tersebut disampaikan Suwarno ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Helvetia, Rabu (6/10) bersama Direktur Keuangan/Adm Fernando Napitupulu. 


Pada sidak itu, selain memberi arahan kepada karyawan, direksi juga berkeliling pasar untuk bertanya dengan pedagang mengenai persoalan di tempat itu. Saat peninjauan itu, Dirut sempat ditodong oleh salah seorang pedagang untuk mengukur kelapa. Permintaan itu langsung disahuti oleh Dirut dan mengambil kelapa dan melakukan pengukuran. 


"Pak Wali telah menginstruksikan supaya menyikat habis pungli. Saya minta jangan ada pungli di sini maupun di pasar lainnya. Mari kita kolaborasi untuk membenahi pasar menjadi lebih baik lagi," bebernya. 


Dikatakan Suwarno, pihaknya rutin melakukan sidak sebagai langkah menginventarisir persoalan-persoalan di pasar, termasuk pungli. Bukan hanya itu, kedua direksi mengingatkan karyawan agar disiplin dalam bekerja. 


Persoalan kebersihan hingga fasilitas pendukung di pasar, harus kerap diperhatikan. Di Pasar Helvetia, Dirut dan Dirkeu mendapati bagian atas drainase hanya ditutup sekadarnya dengan papan. Banyak pengunjung maupun pedagang yang terjatuh karena itu. 


Talang air yang banyak bocor hingga drainase yang tumpat, juga menjadi keluhan para pedagang. Dirut meminta kepada Kepala Pasar (Kapas) Helvetia Emel Bachtiar Hasibuan untuk membenahi hal tersebut. Supaya tercipta pasar asri dan nyaman.


"Pedagang itu adalah aset, kalau tidak ada kenyamanan berdagang, maka imbasnya juga ke kita. Yang berjualan di sini akan makin berkurang, dan berdampak buruk juga bagi kita," tutur Dirut. 


Sementara Dirkeu mengungkapkan sidak yang dilakukan ini bukan pencitraan, melainkan wujud kepedulian terhadap karyawan, perusahaan dan pelanggan. Pembenahan internal, lanjutnya, diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya pedagang. 


Untuk itulah, Dirkeu mengajak karyawan di Pasar Helvetia  berkolaborasi agar perusahaan ini bisa lebih baik lagi kedepannya. 


"Ingat, sukses dimulai dari disiplin. Maka mulai sekarang tingkatkan disiplin. Kebiasaan yang dulu ditinggalkan, sekarang ini era baru," bilangnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini