Edarkan Sabu di Labura, Residivis Narkoba Diringkus Polres Labuhanbatu

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Seorang residivis Narkoba berinisial S alias Hendri (43) warga Jalan Tanjung Sari III Lingkungan II B, Kelurahan Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diringkus personil Satres Narkoba Polres Labuhanbatu.

Mediaapakabar.com
Seorang residivis Narkoba berinisial S alias Hendri (43) warga Jalan Tanjung Sari III Lingkungan II B, Kelurahan Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diringkus personil Satres Narkoba Polres Labuhanbatu.

Pria terduga pengedar sabu yang sudah menjadi target diamankan pihak kepolisian pada hari Sabtu 30 Oktober 2021 sekira pukul 20.00 WIB di PT. Perkebunan PTPN III Membang Muda, Desa Kampung Banjar, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara tepatnya di dalam kebun kelapa sawit.


Penangkapan tersangka dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu SH MH dan Kanit Idik I IPDA Sarwedi Manurung.


Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan SIK MH melalui Kasubag Humas AKP Murniati SH mengatakan penangkapan  tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa adanya peredaran Narkotika jenis sabu di areal PTPN III Perkebunan membang muda.


"Selanjutnya, Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu memerintahkan Kanit Idik I Sat Narkoba untuk melakukan penindakan, dan perintah tersebut segera ditindaklanjuti dengan melakukan undercover buy dengan cara memesan Narkotika jenis sabu terhadap tersangka," katanya.


Selanjutnya, sambung Murniati, seketika tersangka mengantarkan Narkotika jenis sabu tersebut petugas langsung melakukan penangkapan dan ditemukan dari tersangka  S alias Hendri 1 bungkus plastik klip transparan berisikan kristal putih diduga berisikan narkotika jenis shabu seberat 5,02 Bruto,1 unit timbangan elektrik dan 1  handphone android merk samsung warna hitam. 


"Dari hasil keterangan tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial N dan sampai sekarang petugas masih melakukan pencarian," katanya.


Dari hasil interogasi petugas tersangka mengakui sudah pernah di pidana dalam kasus yang sama (Residivis) yaitu tahun 2014 dengan vonis 4 tahun penjara di Lapas Lobusona Rantau Prapat, tersangka mengakui nekat berjualan shabu lagi karena desakan kebutuhan hidup keluarga, tersangka mengakui mendapat keuntungan Rp50 ribu sampai Rp100 per gramnya.


"Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar pasal 114 ayat (1) Sub pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini