BKAG Minta Polrestabes Medan Terbitkan SP3 Pdt Asaf Marpaung

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ketua BKAG Kota Medan Pdt Drs Robert Sinambela MM MA, didampingi Sekjen DPP GM BKAG Josua Hutauruk dan Tribrata Hutauruk SH MH, Kuasa Hukum Pdt DR Asaf Marpaung berfoto bersama usai memberikan keterangan di Sekretariat DPP BKAG Jalan Setiabudi, Gang Rahmad, Medan.

Mediaapakabar.com
Rohaniawan Kristen tergabung di Bina Kerjasama Antar Generasi (BKAG) Kota Medan meminta Polrestabes Medan untuk menerbitkan Surat Penetapan Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Pendeta DR Asaf Marpaung.

Pasalnya, BKAG melihat dari khotbah dan buletin gereja tidak ada unsur penodaan atau penistaan agama sebagaimana yang disangkakan kepada pemimpin Gereja Indonesia Kegerakan (Indonesia Revival Church/IRC) itu. 


"Ini menjadi preseden buruk bagi kami sebagai pendeta, karena dengan mudahnya seorang pendeta menjadi  tersangka dengan dasar laporan penistaan oleh sekelompok jemaat," kata Ketua BKAG Kota Medan, Pdt Drs Robert Sinambela MM MA, Sabtu (2/10/2021) siang.


Menurutnya, penetapan tersangka terhadap Pdt Asaf Marpaung bisa dikategorikan sebagai bentuk kriminalisasi dan menjadi ancaman kepada seluruh pendeta saat menjalankan tugasnya karena dengan kasus serupa dengan mudahnya juga bisa menimpa rohaniawan gereja lainnya ketika menyampaikan firman Tuhan. 


"Tindakan pihak kepolisian yang menetapkan status tersangka terhadap Pdt Asaf Marpaung sangat berdampak karena menerima laporan masyarakat tentang dugaan ajaran sesat tanpa dilakukannya klarifikasi terlebih dahulu," tuturnya. 


Robert mengungkapkan, dari keterangan kuasa hukum Pdt DR Asaf Marpaung, bahwa penyidik Polrestabes Medan telah memeriksa saksi ahli dan dari pemeriksaan saksi ahli tidak melakukan tindak ajaran sesat seperti yang dilaporkan jemaatnya.


"Tentunya dari keterangan ahli itu menjadi pedoman bagi penyidik untuk menghentikan perkaranya dan mengeluarkan SP3 terhadap Pdt Asaf Marpaung," katanya.


BKAG Kota Medan, sambungnya, dalam waktu dekat akan beraudiensi dengan Kapolrestabes Medan berharap agar menerbitkan SP3 tersebut. 


"Kita ingin adanya kepastian hukum. Pihak kepolisian seharusnya melindungi pendeta dalam menjalankan tugasnya bukan malah dikriminalisasi," terang Robet.


Diketahui, Pdt DR Asaf Marpaung pada 2018 lalu dilaporkan Guntur Togap Hamonangan Marbun melalui kuasa hukumnya ke Polrestabes Medan telah mengajarkan ajaran sesat kepada jemaatnya di Gereja IRC. Tuduhan itu sesuai laporan pengaduan Nomor LP/773/IV/2018. Kasusnya kini sedang ditangani pihak kepolisian.


Dalam laporannya, Guntur menuduh Pdt Asaf Marpaung mengajarkan ajaran sesat melalui warta jemaat edisi Juni 2010, di mana di sana pendeta menulis penjabaran ayat Alkitab dengan judul “Jangan Biarkan Babon, Landak dan Kalajengking Tinggal di dalam Gereja.”


Warta jemaat itu dijadikan sebagai alat bukti untuk melaporkan Pdt Asaf Marpaung yang langsung dijadikan tersangka. Lalu, dia menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan selama 3 hari 2 malam. Namun, setelah menjalani pemeriksaan dia tidak ditahan dan bisa pulang pada Rabu 19 Februari 2020. Meskipun statusnya masih tersangka, namun diwajibkan melapor secara berkala selama proses penyelidikan masih berjalan.


Sementara itu, Tribrata Hutauruk SH MH, Kuasa Hukum Pdt DR Asaf Marpaung, menuturkan bahwa berdasarkan petunjuk jaksa dengan menghadirkan saksi ahli menerangkan bahwa Pdt DR Asaf Marpaung tidak bisa disangkakan melakukan ajaran sesat. 


"Saya meminta sekaligus berharap agar penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan segera memberikan kepastian hukum dengan menerbitkan SP3 terhadap klien saya tersebut karena tidak seharusnya sebagai tersangka," pungkasnya.


Terpisah, Ps Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung saat dikonfirmasi tidak kunjung mengangkat ponsel pribadinya meskipun terdengar nada sambung.


Kasubbag Humas Polrestabes Medan, Kompol Riama Siahaan yang berhasil dikonfirmasi, Sabtu siang, mengaku belum mengetahui soal kasus tersebut. "Tapi intinya Polri profesional dalam menindaklanjuti setiap kasus," jawabnya tegas. (MC/DAF)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini