6 Fakta Ban Tanpa Udara, Ramah Lingkungan hingga Dilirik TNI

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ban tanpa udara disebut bakal mengurangi risiko kempes di jalan dan lebih unggul dari ban tubeless biasa. Berikut fakta-fakta seputar terobosan ban tanpa udara. (Arsip Michelin)

Mediaapakabar.com
Ban mobil tanpa udara yang digagas Michelin disebut bakal mengurangi risiko kempes di jalan dan lebih unggul dari ban tubeless biasa. Ban ini bakal diedarkan di pasaran 2024 mendatang. Berikut fakta soal ban tanpa udara.

Ban anti ranjau ini bernama Unique Puncture-Proof Tire System (Uptis) dan disebut bakal mengurangi dampak lingkungan.


Dilansir dari CNNIndonesia.com, berdasarkan survei internal Michelin, setidaknya setiap tahun terdapat 20 persen ban dibuang lebih awal karena kempes atau cepat kehilangan tekanan, atau bentuk kerusakan lainnya.


Menurut survei tersebut, keadaan ini menimbulkan setidaknya 200 juta sampah ban yang beratnya setara 200 kali Menara Eiffel.


1. Dari bahan aluminium

Ban mobil tanpa angin merupakan kombinasi ban aluminium dengan struktur penahan beban yang dibuat dari plastik. Kemudian, ban ini juga diperkuat dengan serat kaca dan campuran karet fleksibel. Komposisi ini membuat ban tetap sesuai saat digunakan pada pelek konvensional.


2. Tak masalah dengan paku

Ban mobil tanpa angin disebut tidak akan mengalami masalah jika tertembus paku ataupun benda tajam lain yang kerap membuat repot mobil di jalanan.


Ban ini memiliki struktur unik pada bagian dinding ban yang menyangga bagian tapak dengan pelek mobil. Struktur itu juga berfungsi membantu meredam daya kejut karena dapat membantu meredam daya kejut ketika menghantam lubang.


Dengan demikian, kehadiran ban ini dinilai tidak memerlukan jasa tambal ban karena tidak mengalami kebocoran udara.


3. Menarik perhatian TNI

Terobosan ban tanpa udara ini disebut menarik berbagai kalangan termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan bakal digunakan untuk kebutuhan militer.


Produsen top dunia kiwari telah mengembangkan teknologi ban tanpa udara ini. Industri ban ternama seperti Bridgestone dan Michelin sudah memiliki desain ban tanpa udara mereka.


4. Tak perlu ban serep

Keberadaan ban tanpa angin juga dinilai bisa membuat ruang bagasi menjadi lebih longgar. Sebab, pemilik mobil tak perlu membawa ban serep.


Penggunaan ban tanpa angin ini disebut tidak akan direpotkan dengan masalah seperti ban kempes, meledak, maupun bocor sehingga tak perlu membawa ban pengganti.


5. Hemat waktu

Kehadiran ban tanpa udara juga disebut bakal membuat manusia menjadi lebih produktif. Sebab, pemilik mobil tidak perlu lagi mengganti ban di jalanan karena bocor, mengecek tekanan angin secara rutin, dan perawatan ban konvensional lainnya yang bakal menyita waktu.


Dengan terobosan ini, pemilik mobil dapat menggunakan waktu mereka untuk melakukan kegiatan produktif lainnya.


6. Ramah lingkungan

Selain berbagai kemudahan yang bakal didapatkan pemilik mobil, penggunaan ban tanpa angin ini juga disebut dapat mengurangi emisi karbondioksida.


Bridgestone dalam situsnya menyebut dalam perubahan bentuk ban yang mengikuti kontur jalan saat mobil melaju mengakibatkan 90 persen energi yang dikeluarkan mobil hilang.


Karenanya, struktur yang lebih sederhana dari ban tanpa angin ini diramalkan bisa mengurangi jumlah energi yang hilang itu. Emisi gas karbondioksida juga disebut bakal lebih rendah. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini