Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid Dukung Kebijakan Bobby Nasution tentang Pakaian Dinas Khas Daerah

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, menyampaikan dukungan atas keputusan Wali Kota Medan Bobby Nasution yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemko Medan menggunakan pakaian dan atribut khas daerah setiap Jumat.

Mediaapakabar.com
Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, menyampaikan dukungan atas keputusan Wali Kota Medan Bobby Nasution yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemko Medan menggunakan pakaian dan atribut khas daerah setiap Jumat.

Dukungan ini disampaikan saat pengurus Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, antara lain Tengku Ma’moon Al Rasjid dan Ir. T. Reizan beraudiensi pada Wali Kota Medan Bobby Nasution, Selasa (28/9) di kantor wali kota.


Mereka juga menyampaikan dukungan terhadap Bobby Nasution untuk mewujudkan Kota Medan yang berkah, maju dan kondusif.


“Kami mendukung penuh seluruh program Pak Wali, termasuk soal kebijakan mewajibkan pemakaian baju adat setiap hari Jum’at,” kata Rasjid.


Saat itu, Bobby Nasution mengucapkan terima kasih atas dukungan Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid. Dikatakan Bobby Nasution, program-program yang ada bertujuan untuk memajukan Kota Medan termasuk sektor kebudayaan.

Apalagi, terang Bobby Nasution, kebudayaan menjadi sebuah kekuatan bagi daerah.


“Salah satu program yang kita jalankan adalah melalui kewajiban pemakaian baju adat. Intinya, kebudayaan harus kita mulai dari diri sendiri. Bahkan, kebudayaan juga harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara sosial maupun dalam peningkatan ekonomi,” ucap Bobby Nasution dalam pertemuan yang juga dihadiri Kadis Kebudayaan Medan, OK Zulfi.


Bobby Nasution menyebutkan, sebagai bentuk rasa bangga dan hormatnya terhadap suku Melayu, dirinya bahkan menggunakan baju adat Melayu di hari pertama pemberlakuan kebijakan pemakaian baju adat tersebut.


“Karena, kita menyadari bahwa Kota Medan tidak bisa lepas dari suku Melayu. Namun, yang harus kita sadari kita juga hidup berdampingan dengan suku-suku lainnya," ujarnya. (MC/Arf)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini