PUD Pasar dan RPH Sepakat Bakal Bentuk Tim Satgas Pengawasan Peredaran Daging

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : PUD Pasar dan RPH sepakat bakal membentuk tim satuan tugas (satgas) pengawasan peredaran daging di pasar-pasar. 

Mediaapakabar.com
PUD Pasar dan RPH sepakat bakal membentuk tim satuan tugas (satgas) pengawasan peredaran daging di pasar-pasar. 

Ini terungkap saat Dirut PUD Pasar Medan Suwarno menerima audiensi dari Dirut Rumah Potong Hewan (RPH) Harisandi Syafril Harahap beserta jajan direksi RPH antara lain Dirum Jansen Sihaloho, Dirbang Rudi, dan Dirop Boy Miharza. 


Pada audiensi ini, Suwarno didampingi oleh Direktur Keuangan PUD Pasar Medan Fernando Napitupulu, Direktur Operasional Ismail Pardede dan Direktur Pengembangan dan SDM Imam Abdul Hadi. 


Suwarno menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari jajaran direksi PUD RPH. Komunikasi yang baik, katanya, akan memudahkan antar-PUD untuk membangun perusahaan yang tujuannya bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kota Medan.


"Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Semoga silaturahmi yang telah terbangun ini bisa terawat lebih baik lagi kedepannya," bilang Suwarno. 


Ditambahkan Suwarno, PUD Pasar dan PUD RPH harus memperkuat kolaborasi, terlebih untuk pengawasan peredaran daging di pasar tradisional. Ia juga mendorong agar dilakukan sosialisasi sertifikasi kepada pedagang mengenai menjual daging yang berasal dari RPH. 


"Kami juga mengajak agar  membuat inovasi bersama yang ujungnya menambah pendapatan bagi PUD Pasar maupun PUD RPH," bilangnya. 


Menyahuti itu, Dirut RPH mengagas agar dibentuk tim satgas untuk pengawasan daging yang beredar. "Jadi seorang dari RPH dan PUD Pasar saling berkordinasi untuk itu. Teknis dan mekanismenya kita rembukan lagi," bebernya. 


Ia menambahkan kedepan  penertiban peredaran daging yang bukan dari PUD Pasar supaya ditingkatkan. Tujuannya  menambah pendapatan bagi PUD RPH dan PUD Pasar sehingga memberi kontribusi bagi PAD. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini