Panen Raya Jagung se-Nusantara di Desa Karing, Bupati Dairi: Kemandirian Petani Patut Ditiru

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu saat mengikuti Acara Virtual Panen Raya Jagung se Nusantara bersama menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Desa Karing.

Mediaapakabar.com
Panen Raya Jagung Nusantara secara serentak digelar se- Nusantara termasuk diantaranya di wilayah Kabupaten Dairi. 

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu secara virtual yang dilaksanakan dari salah satu lokasi lahan kelompok tani (poktan) Cipta Karya di desa Karing, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Rabu (29/09/2021). 


Selain Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu  acara panen juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Efendi Berutu, Kepala Desa Karing Risma Berampu, Kabid Penyuluhan dan Pelatihan Sukaedah Angkat, SP, Koordinator PPL dan Anggota Kelompok Tani (Poktan) Cipta Karya.


Pada kesempatan itu, Bupati mengaku bangga dan salut dengan kegigihan para petani yang bukan hanya dapat bertahan di masa sulit Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, namun mampu melakukan Panen Raya dengan kemandirian yang dimilikinya.


"Kita patut bersyukur, di kondisi sulit dan serba terbatas tapi masih bisa panen jagung dengan kemandirian. Saya salut. Tanaman dan bibit dilakukan secara mandiri. Memang kemandirian itulah yang kita inginkan. Semoga menginspirasi semua petani kita. Ini mental luar biasa.Sekali lagi saya salut buat kemandirian para petani kita," kata Bupati Eddy Berutu mengawali sambutannya.


Ia menjelaskan produktivitas jagung petani Dairi harus makin meningkat. Bila ada kendala yang dialami para petani tentu Dinas Pertanian sebagai OPD terkait harus mampu memberi solusi.


"Saya minta dinas pertanian kita membantu. Semestinya dunia pertanian kita bisa meloncat lebih maju. Curahkan apa yang kita punya, bantu petani kita termasuk pasca panennya,"  tegas Bupati.


Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang juga hadir langsung dalam Panen Raya Jagung Nusantara ini  melalui virtual dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dalam sambutannya menyatakan menjamin panen raya tak akan menyebabkan harga jagung anjlok.


Menurutnya, Lembaga pembina sektor pertanian itu telah mengantisipasi segala kemungkinan selama musim panen raya. Stok jagung, kata menteri diperkirakan akan bertambah pasalnya beberapa sentra jagung memasuki masa panen yang akan berlangsung dari September hingga Oktober 2021.


"Apa yang dilakukan petani di Grobogan adalah cerminan dari apa yang dilakukan oleh petani di Indonesia," kata Syahrul Yasin Limpo.


Syahrul menambahkan, pertanian juga membangun lapangan kerja. Jadi, pertanian yang diolah dengan baik maka hasilnya akan bermanfaat memperkuat pilar ekonomi Indonesia.


"Sistem pertanian saat ini juga dipengaruhi oleh perubahan iklim saat ini. Saya sarankan kepada para bupati seluruh Indonesia,


Indonesia adalah negara ke 4 terbesar di dunia, dan kita mengandalkan tanah subur kita ini. Untuk itu varietas yang baik, pupuk dan tentunya tata kelola yang tidak berpura-pura itu penting termasuk dalam membuka lapangan kerja bidang pertanian. Produksi padi, jagung, kopi dan sawit jangan sampai menemui masalah, kita harus bisa ekspor," kata Mentan mengakhiri.


Sebagai informasi, pelaksanaan Panen Raya Jagung Nusantara ini adalah rangkaian acara peringatan Hari Tani Nasional 2021 yang dipusatkan di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah dan diikuti Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia secara virtual. (BOB)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini