Sejumlah Daerah Turun Level PPKM, Warga Diminta Tetap Waspada

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi kegiatan masyarakat di luar rumah. Menkominfo Johnny Plate mengatakan, sekalipun indikator lonjakan Covid-19 mulai menurun, namun perkembangan pandemi itu sendiri masih dinamis dan fluktuatif. (CNNIndonesia.com)

Mediaapakabar.comSeiring pengumuman Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang sampai 30 Agustus 2021, pemerintah kembali mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap Covid-19.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate mengatakan, sekalipun indikator menunjukkan lonjakan kasus Covid-19 mulai menurun, namun perkembangan pandemi itu sendiri masih dinamis dan fluktuatif. Karena itu, masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi.


Johnny berharap, dengan penurunan level PPKM di sejumlah wilayah, pengendalian Covid-19 tetap dijalankan dengan sejumlah adaptasi baru pada kehidupan.


"Mengutip keterangan dari Bapak Presiden, jumlah kasus turun signifikan di beberapa daerah. Di luar Jawa-Bali juga ada perkembangan yang membaik. Karena itu, pemerintah menyesuaikan penerapan level PPKM berdasarkan evaluasi pada perkembangan terkini di tiap wilayah," kata Johnny dilansir dari CNNIndonesia.com, pada Rabu, 25 Agustus 2021.


Pada Senin (23/8/2021), pemerintah memperpanjang PPKM level 4, 3, dan 2 di seluruh Indonesia. Perpanjangan ini berlaku selama sepekan ke depan di Jawa-Bali, dan dua pekan kedepan untuk area di luar Jawa-Bali.


Untuk wilayah Jawa dan Bali sendiri, beberapa daerah turun level PPKM seperti wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, dan Surabaya Raya yang akan menerapkan PPKM level 3 mulai Selasa (24/8). Sementara, pada wilayah aglomerasi Bali, Malang Raya, Solo Raya, serta DI Yogyakarta masih memberlakukan PPKM level 4.


Menurut Johnny, pemerintah memprediksi sejumlah wilayah itu akan turun ke level 3 dalam beberapa minggu mendatang, sambil terus memperbaiki penanganan Covid-19, terlebih meningkatkan kesembuhan lebih cepat dan menekan laju kematian.


Dengan penurunan level PPKM tersebut, daerah Pulau Jawa dan Bali yang semula menerapkan PPKM level 4 berkurang dari 67 kabupaten/kota menjadi 51 kabupaten/kota. Adapun, daerah dengan status level 3 bertambah dari 59 kabupaten/kota menjadi 67 kabupaten/kota, dan daerah level 2 yang sebelumnya hanya dua kabupaten/kota, meningkat jadi 10 kabupaten/kota.


Untuk wilayah luar Pulau Jawa-Bali, penerapan perpanjangan PPKM berlaku 24 Agustus 2021-6 September 2021. Dengan adanya penurunan jumlah kasus aktif, kini daerah level 4 berkurang dari 11 provinsi menjadi 7 provinsi. 


Pada tingkat kabupaten/kota, daerah dengan penerapan PPKM level 4 terdiri dari 132 kabupaten/kota menjadi 104 kabupaten/kota. Level 3 bertambah dari 215 menjadi 234 kabupaten/kota, sedangkan level 2 bertambah dari 39 menjadi 48 kabupaten/kota.


Pergerakan Pandemi Covid-19

Johnny menyatakan, pandemi belum usai. Beberapa negara tengah menghadapi gelombang ketiga dengan penambahan kasus yang signifikan. 


Dia menegaskan, selama Covid-19 masih ada di Indonesia, pemerintah akan terus memberlakukan PPKM sebagai instrumen yang mengatur kegiatan masyarakat.


"Namun patut kita garis bawahi, bahwa penerapan PPKM selama ini menghasilkan dampak perbaikan dalam pengendalian pandemi. Ini patut kita syukuri dan pemerintah sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mematuhi peraturan," ujarnya.


Menurut Johnny, dibandingkan puncak kasus pada pertengahan Juli lalu, kasus konfirmasi positif saat ini sudah turun 78 persen, diikuti peningkatan angka kesembuhan yang lebih tinggi dari penambahan kasus positif. Hal ini mengakibatkan penurunan keterisian tempat tidur nasional yang saat ini berada di angka 33 persen.


Sejak pekan lalu, pemerintah mengizinkan sejumlah aktivitas di beberapa kota besar, misalnya pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan sehari-hari, pusat perbelanjaan, dan kegiatan makan di tempat dengan sejumlah ketentuan. Tempat ibadah juga dibuka dengan pembatasan kapasitas, dan daerah PPKM level 3 dan 2 diizinkan menggelar kegiatan belajar tatap muka di sekolah.


"Dalam penerapan pembukaan aktivitas dan penyesuaian yang ada, kami terus mengharapkan kerja sama baik dari setiap pihak, untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat, terutama pemakaian masker,"


"Percepatan dan perluasan vaksinasi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Seperti diutarakan Bapak Presiden, kita berharap akhir bulan ini target 100 juta dosis vaksin tercapai," pungkasnya. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini