Kades Sidodadi Dinilai Tebang Pilih dalam Pembagian Bansos Covid-19 kepada Warga

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Kantor Kepala Desa Sidodadi, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Tua.

Mediaapakabar.com
Sekitar dua tahun lebih Indonesia dihantam pandemi Covid-19, dan dua tahun pula anggaran dikeluarkan pemerintah untuk masyarakat, namun di desa Sidodadi, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang dinilai tebang pilih dan tidak transparans dalam membagikan anggaran tersebut kepada masyarakat.

Padahal, bantuan pemerintah yang terdiri dari BLT, BST dan PKH yang anggarannya diambil dari ADD mulai adanya pandemi, namun banyak masyarakat yang tidak mendapatkannya.


Seperti warga setempat, bernama Titi, dirinya mengeluhkan dan kecewa terhadap Kades Sidodadi, ironisnya mulai dari pemerintahan menyalurkan bansos, wanita berusia 50 tahun itu mengaku tidak pernah mendapatkan bansos tersebut.


"Kami sangat kecewa dengan kades kami ini bang, mulai adanya bantuan dari pemerintah (bansos) sampai saat ini, saya tak pernah mendapatkan bansos yang disalurkan oleh pemerintah," katanya kepada mediaapakabar.com, Rabu, 25 Agustus 2021.


Lanjut dikatakan ibu satu anak ini, kami bukan orang berada bang, rumah pun kami ngontrak, itukan bantuan buat warga yang kurang mampu, kan lumayan buat anak-anak. "Kenapa kami gak pernah dapat, ada apa?," kesalnya dengan penuh tanda tanya.


Terkait hal itu, Kepala Desa (Kades) Sidodadi, Rusli ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp mengatakan, bahwa bansos yang turun ke desa diberikan kepada warga yang sudah terdaftar di DTKS.


"Dimana data tersebut di kemensos, jadi warga yang mendapatkan bantuan datanya di Dinas Sosial (Dinsos). Kami hanya menyampaikan namanya yang terdaftar," ujarnya.


Menanggapi jawaban Kades, warga sekitar mengatakan seharusnya, data yang terdaftar di Kemensos tersebut merupakan dari desa setempat sendiri. 


"Seharusnya, Kepala Desa beserta stafnya dapat mengambil kebijakan, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, jangan hanya kepada orang yang berada kepala desa segan, namun kepada warga yang tidak mampu tak pernah dianggap, kita menilai kepala desa tebang pilih dalam membagikan bantuan itu," pungkasnya. (ET)

Share:
Komentar

Berita Terkini