AS Peringatkan Warga Ancaman Teroris di Bandara Kabul

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : AS peringatkan para warganya di Afghanistan agar membuat Bandara Internasional Kabul. (AFP/WAKIL KOHSAR)

Mediaapaka.comAmerika Serikat warganya akan ancaman teroris di bandara Kabul, Afghanistan sementara proses pengerjaan warga, imbas Taliban menduduki istana kepresidenan, masih belum rampung.

AS mendesak orang-orang berkumpul di bandara itu untuk pindah ke lokasi yang lebih aman.


"Mereka yang di Pintu Biara, Pintu Timur atau pintu Utara sekarang harus segera pergi," kata kementerian luar negeri AS, seperti dikutip AFP dari halaman CNNIndonesia.com, pada Kamis, 26 Agustus 2021.


Perringan itu, disusul oleh Australia melalui kementerian luar negerinya yang mengatakan ada serangan teroris yang sedang berlangsung dan sangat tinggi.


"Jangan pindah ke Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul. Jika Anda berada di area bandara, segera pindah ke lokasi yang aman dan tunggu informasi lebih lanjut," ujarnya.


"Jika Anda bisa meninggalkan Afghanistan dengan aman dan dengan cara lain, Anda harus segera melakukannya."


AS dan sekutunya mengangkut barang-barang warga dari Afghanistan setiap hari dengan pesawat militer. Namun kini tugas itu menjadi semakin sulit.


Beberapa penerbangan sudah berkurang dan berakhir pada 31 Agustus.


Sejauh ini, masih ada 1.500 warga AS yg belum berhasil diangkut keluar.


AS mengatakan Taliban telah menjaminan bahwa warga AS, warga Afghanistan yang "berisiko" dan orang-orang dari negara lain akan diizinkan pergi bahkan setelah batas waktu yang telah disepakati.


Usai Taliban menduduki Kabul pada 15 Agustus lalu, banyak orang yang mencoba masuk bandara agar bisa terbang ke negara lain. Mereka tak mau lagi merasakan pemerintahan kelompok itu yang dinilai akan otoriter.


Kabul beberapa hari ini dalam kondisi kacau, sedikitnya 8 orang tewas. Berdesak-desakan, saling rebut naik pesawat bahkan baku tembak di bandara disebut menjadi pemicunya.


Peringatan perjalanan juga disampaikan negara-negara sekutu AS seperti Australia dan Inggris agar warganya menjauhi Bandara Kabul.


London dan Canberra mengirimkan telegram peringatan perjalanan mendesak warganya yang berdesakan di bandara segera mengosongkan area itu dan pindah ke lokasi yang lebih aman.


Departemen Luar Negeri Australia memperingatkan bakal berlangsung ancaman serangan teroris tingkat tinggi.


"Jangan melakukan perjalanan ke Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul. Jika Anda berada di area bandara, segera pindah ke area yang lebih aman dan tunggu saran selanjutnya," demikian keterangan peringatan perjalanan dari Departemen Luar Negeri Australia.


London juga sempat mengirimkan peringatan bagi warga Inggris dengan menambahkan saran, "Jika Anda bisa meninggalkan Afghanistan dengan cara lain secara aman, segera lakukan." ( CNN/MC )

Share:
Komentar

Berita Terkini