AS Akui Kemungkinan Serangan di Kabul Makan Korban Sipil

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi ledakan di Afghanistan. (AP)

Mediaapakabar.com
Amerika Serikat mengakui kemungkinan serangan pesawat nirawak (drone) yang mereka lancarkan untuk menggempur anggota ISIS-K juga turut berpartisipasi menjadi korban warga sipil di Kabul, Afghanistan.

"Kami mengetahui ada laporan korban warga sipil setelah serangan kami ke arah satu kendaraan di Kabul hari ini," ujar juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Bill Urban, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, pada Senin, 30 Agustus 2021.


Ia juga berkata, "Kami akan sangat sedih karena kehilangan nyawa orang tak bersalah."


Tak lama sebelum memberikan klarifikasi ini, Urban menyatakan bahwa serangan pesawat tak berawak itu membuat warga sipil.


Ia hanya menyatakan bahwa serangan drone itu adalah anggota ISIS-K yang terlupakan sedang dalam perjalanan untuk melakukan serangan susulan di bandara.


CENTCOM menyatakan, mereka berhasil menghancurkan satu kendaraan di luar bandara Kabul. Kendaraan itu diingat terkait dengan jaringan ISIS-K.


"Pasukan militer Amerika Serikat serangan udara nirawak di atas cakrawala hari ini pada sebuah kendaraan di Kabul, menghilangkan ancaman ISIS-K yang akan menargetkan bandara internasional Hamid Karzai," kata juru bicara CENTCOM,Bill Urban.


Ia kemudian berkata, "Ada ledakan kedua yang signifikan dari itu, menunjukkan jumlah besar bahan peledak."


Namun, seorang koresponden CNN melaporkan bahwa serangan drone AS itu juga termasuk sembilan orang dari satu keluarga, enam anak-anak.


Saksi mata yang merupakan keluarga korban mengatakan kepada koresponden CNN bahwa kesembilan orang yang tewas itu terdiri dari Zamaray (40), Naseer (30), Zameer (20), Faisal (10), Farzad (9), Armin (4), Benyamin ( 3), Ayat (2), dan Sumaya (2).


Pria tersebut menangis sembari mengatakan kepada jurnalis CNN itu bahwa mereka hanya keluarga sipil biasa yang tinggal di dekat AS melakukan serangan di Khaje Bughra


"Kami bukan ISIS dan ini adalah rumah keluarga, di mana saudara-saudara saya tinggal bersama keluarganya," tutur pria itu.


AS sendiri memulai serangan itu beberapa jam setelah mereka mengeluarkan peringatan agar warganya menghindari Kabul karena ada kemungkinan serangan teror lanjutan.


Pasukan AS memang terus memperketat keamanan di Kabul setelah serangan bom bunuh diri yang diklaim ISIS-K setidaknya 90 orang pada pekan lalu.


Pada akhir pekan, mereka juga melancarkan serangan untuk menggempur ISIS-K. Mereka mengklaim dua pentolan ISIS dalam serangan itu. ( CNN/MC )

Share:
Komentar

Berita Terkini