Warga Rela Antri Beli, Begini Fakta-fakta Vaksin Sinovac Singapura!

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Vaksin Sinovac. (AP/Sakchai Lalit/CNBC Indonesia)

Mediaapakabar.com
Warga Singapura kini kedatangan alternatif vaksin lain setelah vaksin asal Amerika Serikat (AS), Pfizer dan Moderna. Otoritas negara kota tersebut, telah mengizinkan vaksin China produksi Sinovac, CoronaVac, diedarkan mulai pekan lalu.

Namun berbeda dengan Pfizer atau Moderna yang gratis, vaksin Sinovac akan dikomersialkan. Otoritas negara akan memberikan izin ke beberapa klinik saja untuk mengedarkannya.


Meski berbayar, vaksin Sinovac ternyata juga ramai 'diburu' warga. Mengutip sejumlah media Singapura seperti Channel News Asia (CNA) dan Today, antrean panjang terjadi di sejumlah klinik bahkan warga rela masuk daftar tunggu.


"Peminatnya sangat besar.. kami merasa seperti (antrean) McDonalds BTS Indonesia," kata petugas Rophi Klinik Leong Hoe Nam di Mount Elizabeth Novena Specialist Center.


"Kami sudah sangat sibuk. Beberapa pasien, Yah, tidak bisa mendaftar melalui telepon dan harus turun sendiri dan ada antrian panjang di luar klinik, yang benar-benar tidak saya duga," kata Direktur Klinik Medis Wee Healthfirst, Dr Seow, yang juga mendapatkan izin mengalirkan Sinovac.


Lalu apa saja fakta-fakta mengenai vaksin Sinovac di Singapura ini? Berikut rangkuman dilansir dari CNBC Indonesia:


1. Masuk Melalui Izin Khusus


Sinovac sendiri masuk ke Singapura melalui peraturan Rute Akses Khusus (SAR). Tercatat ada 200 ribu dosis yang telah siap diedarkan


2. Dijual di 24 Klinik


Mengutip CNA, pemerintah hanya memberikan izin ke 24 klinik mengedarkan Sinovac. Klinik itu terdaftar dan berizin.


3. Harga Vaksin per Dosis


Berbeda dengan RI yang gratis, di Singapura seseorang harus membayar untuk mendapat vaksin ini. Rentang harga per dosis adalah US$ 10 (Rp 107 ribu) hingga US$ 25 (Rp 268 ribu).


4. Mengapa Sinovac Masuk?


Melansir Today, Sinovac dianggap lebih cocok untuk mereka yang tak dapat diinokulasi dengan Pfizer dan Moderna. Ini terkait teknologi messenger RNA (mRNA) yang diadopsi kedua vaksin itu.


Mei lalu Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung memang menegaskan ada 30.000 warga Negeri Singa yang tak dapat divaksin mRNA. Karenanya pemerintah mencari alternatif vaksin lain.


Vaksin mRNA mengirimkan sel-sel pengajaran kode genetik dalam tubuh untuk membuat protein yang memicu respons imun terhadap Covid-19. Sementara Sinovac menggunakan partikel virus yang telah dibunuh atau dinonaktifkan untuk merangsang tubuh menghasilkan respons imun.


5. Siapa yang Boleh Divaksin?


Dalam pernyataannya tak hanya warga Singapura saja yang boleh mendaftarkan dirinya untuk Vaksin Sinovac. Negara kota itu mengizinkan penduduk tetap, dan mereka yang memegang izin jangka panjang untuk mendapatkan vaksin itu. (CNBC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini