Infeksi COVID-19 di AS Meningkat Dua Kali Lipat Dipicu Varian Delta

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Petugas kesehatan melakukan latihan untuk administrasi vaksin COVID-19  di Universitas Kesehatan Indiana di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Jumat (11/12/2020). (ANTARA/REUTERS/BRYAN WOOLSTON)

Mediaapakabar.com
Petugas kesehatan melakukan latihan untuk administrasi vaksin COVID-19 di Universitas Kesehatan Indiana di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Jumat (11/12/2020).

Kurva kasus COVID-19 di Amerika Serikat meningkat lagi setelah berbulan-bulan mengalami penurunan. Jumlah kasus baru per hari berlipat ganda selama tiga minggu terakhir, dipicu varian Delta yang menyebar sangat cepat, dan perayaan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli.


Jumlah infeksi COVID-19 dikonfirmasi naik menjadi rata-rata sekitar 23.600 sehari pada Senin 12 Juli 2021, naik dua kali lipat dari 11.300 pada 23 Juni, menurut data Universitas Johns Hopkins. Dan semua negara bagian, kecuali negara bagian Maine dan South Dakota, melaporkan jumlah kasus telah meningkat selama dua minggu terakhir.


"Jelas bukan kebetulan bahwa bahwa kami memperkirakan akan banyak kasus  terjadi setelah akhir pekan empat Juli," kata Co-direktur Divisi Penyakit Menular di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis, Dr Bill Powderly, seperti dilansir Channel News Asia dari halaman VIVA, Rabu 14 Juli 2021.


Pada saat yang sama, beberapa negara bagian menghadapi resistensi vaksin yang dalam, sementara varian delta virus corona, yang pertama kali terdeteksi di India, menyumbang infeksi terbanyak.


AS pernah mencatat kasus infeksi tertinggi mencapai seperempat juta kasus per hari di bulan Januari. Jumlah kematian rata-rata saat ini telah menurun di bawah 260 per hari, setelah pernah mencapai lebih dari 3.400 kematian selama musim dingin. 


Hal itu membuktikan vaksin dapat mencegah penyakit serius dan kematian pada mereka yang kebetulan terinfeksi.


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, secara nasional, 55,6 persen dari semua orang Amerika telah menerima setidaknya satu suntikan COVID-19. 


Lima negara bagian dengan lonjakan dua minggu terbesar dalam kasus per kapita semuanya memiliki tingkat vaksinasi yang lebih rendah: Missouri, 45,9 persen; Arkansas, 43 persen; Nevada, 50,9 persen; Louisiana, 39,2 persen; dan Utah, 49,5 persen. (VC/MC)


Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini