Ibu dan Anak Tewas Kesetrum Listrik, Petugas Polsek Perdagangan Bantu Evakuasi Korban

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Petugas Polsek Perdagangan saat di lokasi kejadian.

Mediaapakabar.com
- Seorang ibu dan putri kandungnya di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (12/7/2021) pagi sekitar pukul 08.30 WIB tewas mengenaskan setelah tersengat arus listrik. 

Peristiwa naas itu menimpa ibu berinisial PS (44) dan putrinya SP (16) di rumah mereka, di Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun.


Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, melalui Humas mengatakan peristiwa terjadi pada Senin (12/7/2021) pagi sekitar pukul 09.30 WIB, Petugas Piket SPK Polsek Perdagangan menerima telepon dari Bhabinkamtibmas AIPDA J. Samosir bahwa ada dua orang wanita meninggal dunia di Kecamatan  Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun dan diduga tersengat arus listrik.


Setelah mendapat laporan tersebut, KA SPK Polsek Perdagangan melaporkan Kepada Pawas IPDA Edi Saputra, S.H kemudian Pawas bersama Piket Fungsi Menuju ke TKP.


Selanjutnya, sekitar pukul 10.00 WIB, Pawas bersama Piket Fungsi tiba di lokasi dan mengetahui bahwa jenazah yang meninggal dunia tersebut sudah berada di dalam rumah duka dan membantu mengevakuasi korban.


Dari hasil keterangan saksi yang dihimpun petugas di TKP, yakni BP yang merupakan anak kandung korban, kejadian tersebut bermula saat PS menyuruh putrinya SP untuk menjemur pakaian.


Pada saat menjemur pakaian, tetiba SP menjerit-jerit. Mendengar itu, BP yang berusaha menolong SP. Namun ia  merasakan adanya sengatan arus listrik saat memegang tubuh korban yang tak lain adalah kakaknya.


BP lalu memberitahu ibunya kalau kakaknya tersengat arus listrik. " Mak kakak tersetrum," beritahu BP pada ibunya.


Mendengar itu, PS pun langsung berusaha menarik tubuh SP, putrinya. Namun usaha tersebut tidak berhasil. BP yang menyaksikan kejadian itu menangis dan berteriak sejadi-jadinya.


Tak lama, setelah mendengar teriakan BP, tetangga mereka pun mendatangi TKP dan melihat ibu dan anak itu sudah tergeletak di tanah. Pun demikian, ia berusaha menarik Kaki PS. Ia pun masih merasakan adanya sengatan listrik.


Usai menarik PS, saksi pun berusaha menarik tangan SP yang sedang memegang kawat jemuran yang teraliri arus listrik  sampai terlepas. Setelah menolong korban, saksi merasa lemas. Ia pun dibawa oleh warga lainnya ke klinik.


Berdasarkan keterangan Petugas PLN mengatakan bahwa setelah memeriksa dan mencari sumber arus listrik yang mengakibatkan dua orang wanita itu meninggal dunia, diketahui arus tersebut berasal dari kabel listrik yang terpotong ujungnya menyentuh seng yang berhubungan langsung dengan Kawat Jemuran.


Atas permintaan keluarga korban yang dibuat dalam surat bermaterai, terhadap kedua korban tidak dilakukan otopsi, dikarenakan korban meninggal dunia akibat tersengat arus listrik. Jenazah ibu dan anak gadisnya itu pun disemayamkan di rumah duka. (MC/Red)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini