Final Euro 2020, Pengamat Favoritkan Italia Juara

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Timnas Italia. (AFP)

Mediaapakabar.com
Pengamat sepakbola, Ronny Pangemanan, Mohamad Kusnaeni, dan Kesit Budi Handoyo menilai Italia pantas menjadi pemenang partai final melawan Inggris dan menjadi juara Euro 2020. Gli Azzurri akan melawan Tim Tiga Singa dalam partai pamungkas Piala Eropa 2020, Minggu (11/7/2021) atau Senin dini hari mulai pukul 02.00 WIB.

"Dari permainan Italia lebih pantas menang dan juara. Namun dalam sepakbola faktor keberuntungan juga tak bisa kita abaikan. Inggris memiliki itu di samping keuntungan mereka sebagai tuan rumah," ungkap Ronny Pangemanan atau Ropan dilansir dari Beritasatu.com, Sabtu (10/7/2021).


"Italia bisa juara jika mencetak gol lebih dulu, untuk memaksa Inggris harus keluar bermain terbuka. Karena Inggris pasti akan tampil lebih menunggu kemudian melancarkan counter-attack, sebagaimana yang mereka lakukan saat berhadapan dengan Jerman," imbuhnya.


Menurut Ropan dirinya menilai persentase keunggulan juga dipegang Italia. "Jika harus memberi persentase menang, maka Italia menang dengan 55-45," paparnya.


Soal Italia, lebih difavoritkan juga diungkapkan, Kusnaeni. "Momentum ada di Italia. Mereka sedang dalam tren yang luar biasa dengan 32 laga tanpa kalah," papar sosok yang kini menjadi Dewan Pengawas RRI ini.


Menurutnya, duel sulit yang dijalani Italia saat melawan Belgia di perempat final dan Spanyol di semifinal juga sangat berarti dalam mempertangguh Italia di kejuaraan ini. "Itu membuat mereka lebih kuat secara mental untuk menghadapi siapapun di final," kata Kusnaeni lagi.


Namun Kusnaeni juga mengingatkan Italia tak boleh terlampau percaya diri. "Ancaman bagi Italia kalau terlalu percaya diri karena lawannya baru sekali main di final. Padahal Inggris punya pemain yang secara individual bisa jadi penentu, seperti (Harry) Kane atau Sterling.


"Jadi, kalau Italia main dengan intensitas seperti sebelumnya dibarengi respek yang wajar kepada lawannya, peluang menang lebih besar," tutur Kusnaeni.


Sementara Kesit mengungkapkan Inggris harus benar-benar mewaspadai Italia. "Inggris punya keuntungan sebagai tuan rumah. Namun mereka harus benar-benar mewaspasai Italia yang punya rekor tak terkalahkan dalam 14 laga beruntun - terakhir mengalahkan Spanyol di semifinal," kata Kesit.


"Italia juga produktif dalam mencetak gol. Mereka menciptakan 12 gol sejak fase grup hingga semifinal. Sedangkan Inggris 10 gol. Italia juga punya banyak yang mampu mencetak gol seperti (Lorenzo Insigne), (Federico) Chiesa, (Ciro) Immobile, Manuel Locatelli, dan (Matteo) Pessina. Sementara Inggris sejauh ini hanya bertumpu pada Harry Kane dan Sterling," ungkapnya.


Menurutnya, permainan Italia lebih impresif dan bervariasi. Selain kuat dalam bertahan, Italia juga bagus kecepatan dalam penyerangan.


Inggris, katanya, harus bekerja keras jika ingin menang dari Italia. Pelatih Gareth Southgate harus jeli menempatkan pemain yang pandai berkreasi dalam membongkar pertahanan Italia.


"Inilah kesempatan emas Inggris setelah 55 tahun menantikan bisa bermain di final turnamen besar. Inggris pasti makin termotivasi untuk meraih gelar juara," ujar Kesit.


Italia pun demikian, tutur Kesit, sejak terakhir kali merasakan juara Piala Eropa 1968, Azzurri juga punya ambisi serupa. Bedanya main di final sudah sering dilakukan Italia ketimbang Inggris. Catatan kekalahan di final Euro 2000 dan 2012 telah memberikan pelajaran dan pengalaman berharga bagi Italia untuk tidak lagi gagal ketiga kalinya.


"Menengok ambisi keduanya, bisa dipastikan duel keduanya bakal berlangsung seru dan menarik," kata Kesit. (BC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini