Anggaran Naik Rp10 T, Kuota Kartu Pra Kerja Jadi 8,4 Juta

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Menkeu Sri Mulyani menaikkan anggaran kartu pra kerja Rp10 triliun tahun ini. (CNNIndonesia.com)

Mediaapakabar.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani menaikkan anggaran Kartu Pra Kerja sebesar Rp10 triliun pada tahun ini untuk mengantisipasi dampak ekonomi dari PPKM Darurat. Anggaran tambahan ini akan digunakan untuk menambah kuota kepesertaan 2,8 juta sehingga total ada 8,4 juta orang.

"Kami akan tambah Rp10 triliun lagi, sehingga program Prakerja bisa menambah jumlah peserta 2,8 juta peserta," ujar Ani, sapaan akrabnya, saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (18/7/2021).


Sebelumnya, pemerintah mengalokasi anggaran Rp20 triliun untuk kepesertaan program mencapai 5,6 juta orang.


Dengan begitu, tambahan anggaran ini membuat total dana untuk program ini akan mencapai Rp30 triliun tahun ini dengan total kuota kepesertaan menjadi 8,4 juta orang.


Ani mengatakan, pemerintah sengaja menambah anggaran program Kartu Pra Kerja karena menurut hasil survei internal yang dilakukan program ini cukup membantu masyarakat di era pembatasan mobilitas.


"Ini cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK," ucapnya.


Di sisi lain, bendahara negara mengatakan pemberian insentif untuk kuota tambahan tetap sama, yaitu biaya pelatihan senilai Rp1 juta per peserta. Begitu juga dengan biaya insentif sebesar Rp600 ribu per bulan.


Biaya insentif tetap akan diberikan untuk empat bulan, sehingga masing-masing peserta mendapat Rp2,4 juta. Selanjutnya, tetap ada pula insentif survei sebesar Rp50 ribu dengan total mencapai tiga kali pemberian, sehingga total insentif yang bisa dikantongi mencapai Rp3,55 juta per peserta. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini