Medsos dari Arena Jati Diri Sampai dengan Laboratorium Sosial ?

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca

Oleh : Brigjen Pol Prof Chryshnanda Dwilaksana, Dirkamsel Korlantas Polri.


Mediaapakabar.com
Media Sosial (Medsos) di era digital sekarang ini begitu marak, mampu menggusur ketenaran media media konvensional. Media sosial menjadi ruang yang terbuka atau menjadi arena apa saja untuk menjadi wadah berbagai kepentingan. Media sosial dapat menjadi :

1. Media informasi

2. Media komunikasi

3. Media sosialisasi

4. Media edukasi

5. Media kepentingan politik

6. Media untuk labeling 

7. Media bisnis

8. Media penggalangan solidaritas

9. Media penghakiman sosial

10. Media membangun jejaring sosial

11. Media laboratorium sosial


Dan masih banyak fungsi media sosial lainnya. Media sosial di era post truth banyak juga dampak negatifnya untuk mempengaruhi persepsi dan interpretasi publik. Di era post truth banyak kebenaran dikalahkan oleh pembenaran. 


Berbagai hal dapat dikemas dalam kebohongan atau dikemas sedemikian rupa dan diviralkan terus menerus sampai yg membuat pun merasa itu sbg kebenaran. 


Warga net sekarang ini lebih rame lebih panas suasana dan komunikasinya tatkala hanyut dalam berbagai provokasi media sosial. Buzzer bermunculan bahkan menjadi pasukan bayaran untuk saling serang dan menjatuhkan.


Konflik antar buzzer ini menjadi arena baru yang dengan kata kata kasar bahkan ucapan2 yang tidak selayaknya disampaikan pun bisa keluar. Netizen Indonesia dinilai oleh beberapa pengamat media sosial sbg netizen yang paling buruk dalam komunikasinya.


Tiada lagi tata krama sopan santun. Walaupun ada UU ITE dan banyak yg ditindak tegas sanksi hukum tetap saja banyak yang terus saja mengeluarkan kata kata kasarnya. 


Seakan akan senang dan bangga memamerkan kedunguannya. Sebentar-bentar marah menghujat dan sama sekali jauh dari budaya timur khususnya sbg bangsa yg ramah. 


Media sosial merajai sistem informasi dan komunikasi dari perorangan sampai berkelompok mereka memiliki suatu tatanan baru. Semua serba online dari iklan sampai penjualan. 


Dalam kegiatan para netizen akan dapat dipetakan atau dipolakan dalam berbagai algoritma. Sistem kajian media sosial semakin berkembang semakin menjadi salah satu pilihan komunikasi informasi dengan berbagai strategi untuk kepentingan2 pengeksploitasian sumber daya. Pemetaan dari berbagai kepentingan tersebut antara lain memanfaatkan :


1. Primordialisme sbg pemersatu. 

2. Menggunakan hobby

3. Profesi sbg jembatan komunikasi dan solidaritas

4. Membuka pasar virtual

5. Mencari viewer dan follower

6. Mencari pendapat publik melalui survey

7. Memberikan hiburan 


Fungsionalisasi media sosial begitu luas tentu akan berdampak pada perilaku netizen dg peradaban barunya. Berbagai informasi komunikasi dapat dijembatani secara cepat yg mampu menembus batas ruang dan waktu. Dampak luas media sosial ini jangan dianggap remeh mampu merontokkan berbagai kepentingan yg sdh lama eksisting


Intelijen media akan menjadi bagian penting untuk menata atau menjaga keteraturan sosial pada warga net. Prinsip kinerja intelijen dari pengumpulan data, analisa, produk dan networking ini dapat dilakukan dg memberdayakan media sosial sbg bagian dr laboratorium sosial. 


Dalam kehidupan masyarakat boleh dikatakan ada juga dalam media sosial. Dari pemetaan pembuatan pola polanya dan pengumpulan data maka akan dapat dihubung hubungkan. 


Dapat dianalisa untuk menghasilkan algoritma yg berupa infografis, info statistik, maupun info virtual lainnya. Algoritma tadi dpt digunakan sbg model untuk memprediksi mengantisipasi dan memberi solusi. 


Intelijen media akan membantu menjembatani untuk terus berkembangnya fungsi media sosial secara positif dan mencerdaskan para warga net untuk tdk hanyut dlm berita2 hoax. Selain itu juga bagi penegakkan hukum kpd warga net yg dengan sengaja memperkeruh atau mengganggu keteraturan sosial. 


Cdl : Brigjen Pol Prof Chryshnanda Dwilaksana, Dirkamsel Korlantas Polri


Jakarta

5 juni 2021


Share:
Komentar

Berita Terkini