Gudang Pakaian Rutan Klas 1A Makassar Kebakaran, Sejumlah Napi Dievakuasi

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ruang penyimpanan pakaian dan peralatan makan dan minum di Kompleks Rutan Makassar, Sulsel, terbakar pada Minggu (6/6/2021) dini hari. Ilustrasi kebakaran. (ANTARA).

Mediaapakabar.com
- Ruang penyimpanan pakaian dan peralatan makan dan minum di dalam Kompleks Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1A Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kebakaran pada Minggu (6/6/2021) dini hari.

Kepala Rutan Makassar Sulistyadi mengatakan warga binaan dan tahanan pun langsung dievakuasi.


"Gudang penyimpanan kaos tahanan dan peralatan makan di Rutan Makassar, terbakar," kata Karutan.


Ia menduga penyebab kebakaran tersebut dipicu akibat hubungan arus pendek listrik, sehingga menimbulkan percikan api yang mengenai sebuah kardus dan pakaian yang berada di di ruangan berbeda.


"Korsleting listrik, mungkin ada sambungan kabel yang tidak pas, sehingga terjadi gesekan dan percikan api. Pihak kepolisian sudah menyaksikan bahwa percikan api mengenai gabus lalu tetesan api jatuh di kaos lalu terbakar," jelasnya dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu, 06 Juni 2021.


Petugas jaga, sambung Sulistyadi, yang melihat kejadian itu langsung menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar.


"Ada beberapa unit yang datang. Petugas damkar langsung memadamkan dan api berhasil dipadamkan tidak berlangsung lama," ungkapnya.


Gudang yang terbakar berada di dekat blok B yang merupakan blok khusus para tahanan baru masuk yang dalam masa pengenalan lingkungan rutan. Pihaknya langsung melakukan evakuasi terhadap para tahanan ketika peristiwa terjadi.


"Posisi gudang dekat dengan Blok B, makanya warga binaan kami pindahkan ke Blok B1. Setelah itu dilakukan pengecekan seluruh tahanan lengkap," paparnya.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga binaan yang sedang tertidur sempat terkejut melihat peristiwa terjadi.


Adapun, untuk kerugian material ditaksir Rp 10 juta."Kita taksir kerugian materialnya hanya sekitar Rp 10 juta," ujarnya. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini