BMKG: Tsunami Bisa Terjadi 2 Menit Usai Gempa Maluku Tengah

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan potensi tsunami nontektonik bisa terjadi hanya dalam kurun waktu dua menit usai gempa di Maluku Tengah, Maluku. (CNNIndonesia.com).

Mediaapakabar.com
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi tsunami nontektonik usai gempa magnitudo 6,0 di Maluku Tengah, Maluku. Tsunami itu bisa terjadi hanya dalam kurun waktu dua menit.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan tsunami nontektonik tidak dipicu gempa bumi. Tsunami ini diakibatkan tebing longsor di bawah laut atau di pinggir pantai.


"Tsunaminya sangat cepat, yaitu datangnya bisa hanya dalam dua menit, bisa hanya dalam dua menit, seperti yang terjadi di Palu," kata Dwikorita dalam jumpa pers daring di kanal Youtube InfoBMKG, dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (16/6/2021).


Dwikorita mengatakan belum ada teknologi yang mampu memberikan peringatan dini tsunami nontektonik. Menurutnya, negara maju seperti Jepang juga belum mampu membaca potensi tersebut.


Dwikorita meminta warga di sekitar pantai di Maluku Tengah untuk selalu waspada. Dia meminta warga segera mengevakuasi diri jika merasakan gempa susulan yang kuat.


"Tidak usah menunggu peringatan dini dari BMKG. Segera saja bila bapak/ibu berada di pantai, segera saja mencari tempat yang lebih tinggi, lebih dari 20 meter, karena dikhawatirkan tsunami datang dalam waktu 2 menit," ujarnya.


Dwikorita menyampaikan gempa yang berpotensi tsunami bisa dilihat dari guncangan yang dirasakan. Menurutnya, jika warga merasakan terayun atau hendak jatuh saat gempa, maka kemungkinan besar tsunami akan terjadi.


"Apabila merasakan guncangan gempa bumi dan Anda ada di pantai, maka segera saja tanpa menunggu peringatan dini, tanpa menunggu sirine, langsung saja lari ke tempat yang lebih tinggi," tuturnya.


Sebelumnya, BMKG mendeteksi gempa bumi berkekuatan M6,0 di perairan Maluku Tengah. Pusat gempa berlokasi 69 kilometer arah tenggara Kota Masohi dengan kedalaman 19 kilometer di bawah permukaan laut. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini