Bank Dunia Beri Utang US$400 Juta Bantu Ketahanan Keuangan RI

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar US$400 juta untuk mendukung reformasi yang akan membantu pemerintah Indonesia memperkuat ketahanan sektor keuangan.(Istimewa)

Mediaapakabar.com
Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar US$400 juta untuk mendukung reformasi yang akan membantu pemerintah Indonesia memperdalam, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Pasalnya, pandemi corona telah menyebabkan resesi di Indonesia, dengan dampak keuangan, fiskal, dan sosial yang berpotensi menjadi berkepanjangan. Sementara itu, kurang mendalamnya pasar keuangan Indonesia meningkatkan kerentanan negara ini terhadap guncangan dari luar.


Sehingga pendanaan baru ini dirancang untuk membantu Indonesia mengatasi kerentanan di sektor keuangan yang diperparah oleh pandemi. Hal itu dilakukan melalui dukungan terhadap langkah-langkah seperti perluasan layanan keuangan kepada kelompok-kelompok yang sebelumnya tidak terlayani.


Selain itu, pengurangan berbagai biaya layanan keuangan baik bagi perorangan maupun perusahaan, serta penguatan kapasitas sektor keuangan agar mampu bertahan saat terjadi guncangan, baik yang terkait keuangan maupun non-keuangan.


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap pandemi corona membuat berbagai reformasi struktural dalam mengatasi kerentanan sektor keuangan harus segera dilakukan.


"Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sektor keuangan karena perannya yang sangat penting dalam menjaga pertumbuhan Indonesia dan mengurangi kemiskinan, terutama selama tahap pemulihan covid-19," papar Sri Mulyani dalam keterangan resmi, dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (11/6/2021).


Pendanaan untuk kebijakan pembangunan yang baru ini akan mendukung berbagai reformasi di sektor keuangan melalui tiga pendekatan utama.


Pertama, pendanaan bertujuan untuk memperdalam sektor keuangan dengan memperluas akses kepada layanan keuangan. Akses layanan keuangan termasuk kepada generasi muda dan perempuan.


Selain itu, memperluas cakupan produk-produk keuangan, dan memberikan insentif untuk simpanan jangka panjang. Berbagai upaya tersebut akan mengurangi kerentanan Indonesia terhadap arus keluar portofolio asing.


Kedua, pinjaman ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya di sektor keuangan. Salah satunya dilakukan dengan memperkuat kerangka kepailitan dan hak-hak kreditor, melindungi konsumen dan data pribadi, serta membangun sistem pembayaran yang lebih efisien dan lebih cepat dengan memanfaatkan teknologi digital.


Hal ini akan membantu pembayaran bantuan sosial yang berskala besar kepada masyarakat rentan selama berlangsungnya krisis. Ketiga, mendorong kemampuan sektor keuangan bertahan dari guncangan dengan memperkuat kerangka resolusi untuk menghindari berbagai gangguan terhadap kegiatan keuangan jika terjadi kegagalan bank, meningkatkan efektifitas pengawasan sektor keuangan serta menerapkan praktik-praktik keuangan yang berkelanjutan.


Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengungkap pendanaan ini melengkapi berbagai upaya pemerintah untuk melindungi sektor keuangan dan perekonomian secara keseluruhan dari dampak-dampak yang ditimbulkan oleh krisis covid-19.


"Dengan menjadikan layanan keuangan lebih transparan, dapat diandalkan, dan berorientasi kepada teknologi. Maka simpanan dapat disalurkan kepada investasi-investasi yang paling produktif secara lebih hemat, lebih cepat, dan lebih aman. Sehingga membuka peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi untuk masa depannya dan untuk melindungi diri mereka dari berbagai guncangan yang tidak diharapkan," papar Kahkonen.


Dukungan ini menjadi komponen penting bagi reformasi di sektor keuangan di Indonesia. Di mana penguatan ketahanan ekonomi dan daya saing mencakup tujuan spesifik yang difokuskan pada peningkatan kedalaman, perbaikan efisiensi, dan penguatan ketahanan di sektor keuangan.


Pendanaan baru ini juga didasarkan pada prinsip-prinsip GRID yakni pembangunan yang hijau, berketahanan, dan inklusif. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini