Terkait Asal-Usul Virus Covid-19, Biden Minta Lebih Banyak Laporan dari Intelijen

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memerintahkan badan-badan intelijen AS untuk melaporkan kepadanya lebih banyak informasi soal asal-usul virus Corona (COVID-19) dalam tiga bulan atau 90 hari ke depan. Biden ingin mengetahui apakah Corona berasal dari sumber hewan atau dari insiden laboratorium.

Mediaapakabar.com
- Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memerintahkan badan-badan intelijen AS untuk melaporkan kepadanya lebih banyak informasi soal asal-usul virus Corona (COVID-19) dalam tiga bulan atau 90 hari ke depan. Biden ingin mengetahui apakah Corona berasal dari sumber hewan atau dari insiden laboratorium.

"(Badan-badan intelijen) Harus melipatgandakan upaya-upaya untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang bisa membawa kita lebih dekat dengan kesimpulan yang pasti, dan melaporkannya kembali kepada saya dalam 90 hari," tegas Biden dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih seperti dilansir AFP, Kamis (27/5/2021).


Diketahui bahwa setelah berbulan-bulan meminimalisasi dugaan kebocoran laboratorium sebagai teori pinggiran, pemerintah Biden bergabung dengan tekanan dunia terhadap China agar lebih terbuka soal awal pandemi Corona.


Partai Republik, termasuk mantan Presiden Donald Trump, sejak lama mempromosikan teori yang menyatakan bahwa virus Corona muncul dari insiden laboratorium bukannya muncul secara alami melalui kontak antara manusia dengan hewan yang terinfeksi di Wuhan, China.


Dalam arahan terbarunya, seperti dilansir Associated Press, Biden juga menginstruksikan laboratorium-laboratorium nasional AS untuk membantu penyelidikan itu dan meminta komunitas intelijen AS untuk mempersiapkan daftar pertanyaan khusus untuk pemerintah China.


Dia bahkan menyerukan kepada China untuk bekerja sama dengan penyelidikan internasional terhadap asal-usul virus Corona.


Menurut Biden, mayoritas komunitas intelijen telah 'berpadu' pada dua skenario dugaan sumber Corona itu, tapi mereka 'tidak mempercayai ada informasi yang cukup untuk menilai yang satu lebih mungkin dari yang lainnya'.


Biden juga mengungkapkan bahwa dua badan intelijen condong pada teori secara alami dari hewan, dan satu badan intelijen lainnya 'lebih condong' pada teori kebocoran lab. "Masing-masing dengan keyakinan rendah atau sedang," sebutnya.


"Amerika Serikat juga akan terus bekerja dengan mitra-mitra sepemikiran di seluruh dunia untuk menekan China agar terlibat dalam penyelidikan internasional yang menyeluruh, transparan, didasarkan pada bukti, dan untuk memberikan akses ke semua data dan bukti yang relevan," cetus Biden.


Perintah terbaru yang diberikan Biden ini menandai semakin meluasnya kontroversi yang menyelimuti kemunculan awal virus Corona -- apakah benar melalui kontak dengan hewan di pasar Wuhan atau melalui kebocoran dari sebuah laboratorium penelitian di kota yang sama.


Jawabannya akan berdampak besar baik bagi China, yang menyatakan pihaknya tidak bertanggung jawab atas pandemi, maupun bagi AS sendiri. (AFP/DTC)

Share:
Komentar

Berita Terkini