Sempat Bersitegang, Kini Gubsu Edy dan Walkot Bobby Nasution Teleponan Bahas Penanganan Corona

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto: Bobby Nasution (kiri)-Edy Rahmayadi (dok. Diskominfo Sumut)

Mediaapakabar.com
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi sempat geram setelah diprotes oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution soal lokasi karantina WNI baru pulang dari luar negeri. Pemprov Sumut menyebut tak ada masalah antara Edy dan Bobby.

"Tidak ada masalah antara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Hubungan keduanya saat ini sedang baik-baik saja," kata Kadiskominfo Sumut Irman Oemar, seperti dilansir dari detik.com, Jumat (7/5/2021).


Irman mengatakan Edy dan Bobby telah teleponan untuk membahas penanganan Corona. Irman menyebut keduanya berdiskusi panjang untuk menuntaskan pandemi Corona di Medan.


"Bahkan tadi malam, Kamis (6/4/2021), keduanya telah bertelepon, bicara dan diskusi panjang-lebar tentang upaya penanganan COVID-19 khususnya di Kota Medan," ucap Irman.


Dia juga menjelaskan keberadaan lokasi karantina di Medan sudah sering dibahas Satgas COVID-19 Sumut dan Medan. Dia menduga Bobby belum mendapatkan informasi detail terkait hal itu.


"Wali Kota Medan juga memiliki tekad yang sama, sehingga ingin mengetahui setiap upaya penanganan COVID-19 di Kota Medan. Dengan demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Medan dapat ikut serta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam upaya menanganinya," tutur Irman.


"Terkait tempat isolasi warga Indonesia dari luar negeri, Wali Kota mungkin belum mendapat informasi. Walaupun hal ini sudah sering dibahas bersama pejabat Satgas COVID-19 Kota Medan sejak akhir tahun 2020 yang lalu," tambahnya.


Edy dan Bobby sebelumnya berseteru terkait lokasi isolasi WNI yang datang dari luar negeri. Bobby menilai Pemprov Sumut tidak memberikan informasi terkait tempat isolasi WNI di Medan.


"Ini karantina adanya di Medan dibuat. Memang WNA (warga negara asing) di Deli Serdang dekat bandara, untuk di Medan ada beberapa hotel dan beberapa kantor dinaslah kita bilang milik provinsi, bukan Kota Medan. Karena ini wilayahnya provinsi, tapi kami meminta agar Kota Medan diberi informasi lebih lanjut," kata Bobby kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).


Menurut Bobby, Pemko Medan semestinya dilibatkan dalam penentuan lokasi karantina WNI. Alasannya adalah agar Pemko Medan bisa menambah personel untuk mengawasi para WNI yang sedang dikarantina.


"Karena seperti keluar hotel, begitu ada keluarganya yang datang. Sementara pasukan di sana tidak paham, harusnya Kota Medan diinformasikan agar penambahan pasukan di sana apakah dari BPBD kita, Satpol PP kita, itu bisa membantu Provinsi Sumut menambah personel, hotelnya sampai hari ini ada lima hotel," ujar Bobby.


Pernyataan Bobby itu membuat Edy geram. Edy geram karena Bobby mengaku tidak tahu lokasi karantina WNI dari luar negeri yang tiba di Sumut.


"Ada lagi yang teriak-teriak di medsos atau di apa itu, wali kota tidak tahu. Loh, emang Tuhan Maha Tahu, tapi kalau orang satu-satu minta diberi tahu tambah mundur dia. Hai manusia, bertakwalah kamu, kata Tuhan. Tapi tak satu per satu juga, kau harus tahu, kau harus tahu," kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (6/5/2021).


Edy menyampaikan itu saat membuka rapat koordinasi penanganan virus Corona di Sumut. Plt Kepala Dinas Kesehatan Medan Syamsul Nasution hadir pada rapat itu.


Kemudian Edi meminta Syamsul Nasution memberi tahu Bobby terkait tempat isolasi ini. Edy mengancam akan marah jika Bobby tetap mengaku tidak tahu.


"Ada yang dari Medan? Kamu (Syamsul) berita tahu itu, jangan nanti bilang nggak tahu lagi. Aku lama-lama jadi marah aku ini. Tak ada urusan sama aku itu siapa pun dia. Jangan bikin aku marah, kalau aku marah nggak peduli aku siapa dia," ujarnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini