Pesantren Kilat Ditutup, Kalapas Kelas I Medan: Semoga WBP Bisa Menjadi Manusia yang Lebih Baik

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca

Ket Foto : Warga binaan pemasyarakatan (WBP) berfoto bersama usai penutupan pesantren kilat yang dibarengi kegiatan peringatan Nuzulul Quran di Masjid At-Taubah Lapas Klas 1 Medan.


Mediaapakabar.com
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Medan, Erwedi Supriyatno resmi menutup program pembinaan Pesantren Kilat Ramadhan, Kamis (6/5/2021) malam. 

Program ini bekerjasama dengan Kementerian Agama Provsu, dalam melakukan program pembinaan keagamaan berupa Pesantren Kilat yang bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Kelas 1 Medan.


Dalam siaran pers diterima, Jumat (7/5/2021) pagi, program pesantren kilat yang dimulai sejak 19 April 2021 lalu ini dilakukan selama 4 hari atau hingga 22 April 2021 lalu. Dimana, dalam kegiatan ini sendiri diikuti sebanyak 72 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama muslim.


Program pembinaan pesantren kilat sebelumnya, seluruh WBP yang mengikutinya diajarkan oleh tenaga pendidik dari Kemenag berupa pelajaran Fiqih Munakahat, Siroh Nabawiyah, Birul Walidain, Akidah dan Tauhid, Aqhlak, Fikih Ibadah, Al-Quran dan Tajwid serta cara melaksakan Fhardu Kifayah atas jenazah.


"Selain melakukan penutupan program pembinaan pesantren kilat, hari ini juga kita barengi kegiatan peringatan Nuzulul Quran bersama seluruh WBP yang beragama muslim," jelas Kalapas.


Selain itu, Kembali ditambahkan Erwedi Supriyatno jika dirinya berharap seluruh WBP yang telah mengikuti pesantren kilat ini dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi serta dapat menyerap seluruh ilmu keagamaan yang telah diajarkan.


"Saya harap baik. Serta, diharapkan nantinya para warga binaan ini dapat menjalani masa pidana di Lapas 1 Medan ini dengan memperbanyak kegiatan ibadah," pungkasnya. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini