Perkara Dugaan Penipuan Rp 3,6 Miliar, Kakak Beradik Kompak Dituntut 18 Bulan Penjara

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Terdakwa Tanuwijaya Pratama (kanan) dan terdakwa Robert Sulistian saat mendengarkan tuntutan di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan.
Mediaapakabar.com
Dua kakak beradik, Tanuwijaya Pratama alias Awi (1) warga Komplek Graha Metropolitan Jalan Kapten Sumarsono Helvetia dan Robert Sulistian alias Atak (41) warga Jalan  Jemadi, Komplek Jemadi Permai I, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur Kota Medan dituntut pidana penjara masing-masing selama 1 tahun 6 bulan (18 bulan).

"Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan kedua terdakwa yakni Tanuwijaya Pratama dan Robert Sulistian dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan," kata JPU Randi Tambunan di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/5/2021).


JPU menilai perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan sehingga mengakibatkan Rudy (korban) mengalami kerugian sebesar Rp 3,6 miliar.


"Menyatakan bahwa kedua terdakwa secara sah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan  secara bersama-sama sesuai dengan dakwaan melanggar pasal 378 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,"  sebut JPU.


Dalam amar tuntutannya, JPU mempertimbangkan hal -hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.


"Hal yang memberatkan dimana terdakwa belum berdamai dan perbuatan terdakwa merugikan korban. Sedangkan hal yang meringankan dimana terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum," sebut JPU.


Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, ketua majelis hakim Imanuel Tarigan menunda persidangan hingga minggu depan guna memberi kesempatan kepada kedua terdakwa untuk melakukan pembelaan (pledoi).


"Sidang ditunda hingga minggu depan dan kedua terdakwa diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan atas tuntutan yang diajukan JPU," ucap majelis hakim Imanuel Tarigan menutup persidangan.


Mengutip dakwaan JPU menyebutkan bahwa perkara dugaan penipuan dan penggelapan diawali dengan adanya bujuk rayu dan iming-iming yang dilakukan kedua terdakwa sehingga korban Rudy menanamkan modal usaha mebel senilai Rp 3,6 miliar. 


Namun seiring perjalanan waktu kedua terdakwa tidak memberikan kompensasi keuntungan sebesar 30 persen sesuai dengan kesepakatan yang telah dilakukan. Akibat perbuatan itu, korban melaporkan  kedua terdakwa ke Polda Sumut. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini