Inter yang Baru Raih Scudetto Dilanda Krisis Keuangan

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Masalah keuangan serius melanda Inter yang baru raih scudetto. (Getty Images/Marco Luzzani)

Mediaapakabar.com
Masalah keuangan masih menggerogoti Inter Milan meski mereka baru meraih Scudetto. Nerazzurri bisa saja dijual sewaktu-waktu oleh sang pemilik, Suning Grup.

Inter baru saja memastikan meraih gelar juara Liga Italia, meski musim 2020/2021 masih menyisakan empat laga lagi. Torehan 82 poin yang dikumpulkan Nerazzurri di puncak klasemen sudah tak mungkin terkejar oleh Atalanta di urutan kedua dengan 69 poin.


Scudetto musim ini merupakan gelar Liga Italia ke-19 bagi Si Ular, atau yang pertama dalam 11 tahun. Terakhir kali, La Beneamata menjadi juara Liga Italia pada 2010 silam.


Euforia keberhasilan Inter mengakhiri puasa gelar Liga Italia masih terasa hingga kini. Namun di balik kegemilangan Inter di musim ini, ada krisis keuangan yang mendera mereka.


Masalah finansial yang menimpa Inter tak lepas dari imbas pandemi COVID-19. Hal tersebut membuat klub-klub kehilangan pemasukan dari tiket pertandingan karena laga digelar tanpa penonton.


Direktur Olahraga Inter, Javier Zanetti, bahkan menyebut krisis keuangan ini bisa membuat pemilik Inter, Suning Grup, menjual klub ini sewaktu-waktu. Pria asal Argentina tersebut kini berharap semua pihak bersinergi untuk mengatasi krisis yang dialami Inter ini.


"Memang benar klub bisa saja dijual pada pertengahan musim. Kami mengalami masalah keuangan yang serius, bahkan jika kami bukan satu-satunya klub yang mengalaminya di saat sulit ini," ujar Zanetti dikutip dari Football Italia.


"Saya melihat bahwa sebagai klub kami masih bisa berkembang. Pelatih telah melakukan sesuatu yang luar biasa selama dua tahun. Sekarang tergantung kita untuk meningkatkan mekanisme klub secara internal dan bercita-cita untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik."


"Masalah keuangan tetap ada dan butuh beberapa tahun untuk menemukan kembali keseimbangan itu. Kami membutuhkan orang-orang kembali ke stadion untuk membuat para sponsor senang. Pada dasarnya, itu harus kembali normal."


"Kami tidak boleh bersembunyi dalam momen sulit ini. Kami harus mengambil langkah yang lebih besar. Kami membutuhkan strategi yang menjangkau secara menyeluruh ke semua hal yang bisa dijalankan dalam waktu yang lama," jelas legenda Inter ini menambahkan seperti dilansir dari detikSport, Kamis (06/05/2021).


Masalah keuangan ini jugalah yang mendorong Inter bergabung dengan 11 klub papan atas Eropa lainnya untuk menggagas European Super League. Meski kemudian, Inter mundur dari ajang ini bersama sembilan klub lain karena desakan dari para suporter. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini